Indonesia Women Fest 2026 Ajak Pelaku Usaha Perempuan Migrasi ke Transaksi Digital

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Pergeseran perilaku belanja masyarakat dari metode konvensional ke digital kini tidak lagi bisa dihindari. Banyak pelaku usaha, khususnya di sektor toko fisik mulai mengeluhkan penurunan.

Namun, di sisi lain, fenomena ini membuka peluang baru yang sangat besar bagi digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang dikelola oleh perempuan.

Perempuan di Indonesia kini memang memegang peran yang semakin dominan. Mereka tidak hanya bertindak sebagai konsumen, melainkan juga tampil sebagai pelaku usaha, kreator, dan inovator yang aktif menciptakan tren baru di industri gaya hidup dan kecantikan.

Untuk menjawab tantangan perubahan perilaku konsumen ini, Dyandra Promosindo bersama GRID Network menghadirkan Indonesia Women Fest 2026. Gelaran yang mengusung tema “Embracing Women in Every Way” ini akan berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, dari Jumat (29/5/2026) hingga Minggu (31/5/2026).

Perubahan pola belanja konsumen yang kini serba praktis menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM. Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian UMKM Republik Indonesia, Tina Astari Maman Abdurahman, menyoroti bagaimana kemudahan teknologi kini telah mengubah lanskap perdagangan di Indonesia.

"Ini gunanya tadi, karena kita sekarang kan semua hanya dengan satu jari, ya. Jempol, sudah bisa semua transaksi," kata Tina Astari saat pembukaan Indonesia Women Fest 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (29/5/2026).

Meskipun infrastruktur digital sudah tersedia, tantangan terbesar berikutnya ada pada tingkat literasi digital pelaku usaha perempuan. Banyak pelaku UMKM yang sudah memiliki perangkat pintar, namun belum mengoptimalkannya untuk kegiatan produktif atau bisnis.

Menurut Tina Astari, perempuan Indonesia memiliki potensi kecerdasan yang luar biasa, namun mereka memerlukan bimbingan agar dapat beralih dari sekadar pengguna media sosial pasif menjadi pebisnis digital yang andal.

"Banyak perempuan yang memang masih harus belajar menggunakan digital. Jadi, hanya menggunakan digital hanya sebagai media sosial yang biasa aja. Padahal, jika kita menggunakan secara smart, itu bisa menjadikan potensi untuk bakat ini yang dikembangkan," jelas Tina.

Guna menjembatani kebutuhan literasi digital dan pengembangan bisnis tersebut, GRID Network selaku penyelenggara mengintegrasikan edukasi langsung ke dalam aktivitas festival. Pengunjung tidak hanya disuguhkan area belanja, tetapi juga berbagai program interaktif untuk meningkatkan keterampilan bisnis dan gaya hidup.

 

Managing Director Grid Network, Dian Gemiano, menjelaskan bahwa festival ini dirancang agar memberikan nilai tambah yang nyata bagi setiap pengunjung dan pelaku usaha yang hadir.

"Jadi di sini kan enggak cuma belanja. Belanja tentu saja harus, wajib belanja di sini karena barangnya bagus-bagus. Tapi juga bisa belanja untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman interaktif," tutur Dian Gemiano.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Indonesia Women Fest 2026 menargetkan kehadiran sekitar 15.000 pengunjung yang didominasi oleh Gen Z, Milenial, hingga Gen X. Sebanyak 189 ekshibitor dari berbagai kategori, mulai dari fesyen, kecantikan, kesehatan, hingga produk ibu dan anak, akan ikut berpartisipasi memeriahkan acara.(*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suasana Haru Iringi Pemakaman Maria Bernadeth Latifah Oetama di TPU Tanah Kusir
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Purbaya Blak-blakan soal Sumber Anggaran Koperasi Merah Putih
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bus Transjakarta D21 dan 4B Ikut Terdampak Jalan Amblas di Lenteng Agung, Cek Rutenya
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Farhan: Persib di ACL Two Jadi Momentum Angkat Citra Bandung
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Media Vietnam Mulai Ketar-ketir Lihat Skuad Timnas Indonesia U19 Asuhan Nova Arianto Jelang AFF U19 2026
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.