Wamenhaj Bicara Titik Krusial Armuzna, Kini Fokus Pelayanan di Mina

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, bicara soal titik-titik krusial dalam pelaksanaan haji. Titik itu yakni saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dahnil membeberkan satu per satu. Pertama, yakni di Arafah. Titik krusialnya adalah pendorongan jemaah dari hotel menuju Arafah.

"Titik krusialnya itu. Dan Alhamdulillah kemarin terlewati dengan baik. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," kata dia di Arab Saudi, Kamis (28/5).

Tahun-tahun sebelumnya, kata Dahnil, pendorongan ini bahkan terjadi sampai malam hari. Selain itu, terjadi penumpukan saat pendorongan dilakukan.

Pada tahun ini, pada siang-sore hari, semua jemaah sudah berhasil didorong dari hotel ke Arafah.

Selain itu, titik krusial lainnya, yakni soal tenda di Arafah. Tahun ini, kata Dahnil, tidak ditemukan kasus orang tidur di luar tenda Arafah.

Lalu di Muzdalifah, titik krusialnya yakni pendorongan dari Arafah menuju lokasi mabit tersebut. Dari Arafah, ada dua skema yakni yang ke Muzdalifah dan yang melakukan mabit murur langsung ke Mina.

"Itu titik krusial keduanya kita lalui," ucapnya.

Di Muzdalifah, kata Dahnil, ketidaktertiban merupakan masalah utama. Jemaah kadang diarahkan oleh ketua kloter untuk segera berdiri dan naik ke bus menuju Mina, padahal bukan gilirannya.

"KBIH itu suka mengarah-ngarahkan jemaah mereka ingin meringankan tugas mereka. Jadi jemaah yang mereka bawa disuruh ngantre supaya ke bus. Padahal belum waktunya," ucap Dahnil.

"Itulah yang kemudian. Kemarin saya langsung stay di Muzdalifah langsung menertibkan itu. Kemudian memberikan instruksi kepada petugas supaya tegas," sambungnya.

Akhirnya petugas haji yang mengatur itu semua. Hasilnya, pada pukul 6.30 WAS semua jemaah haji di Muzdalifah sudah didorong ke Mina. Muzdalifah di jam tersebut sudah steril dari jemaah Indonesia.

"Karena ini kumpulan orang baik yang ingin beribadah baik. Jadi kumpulan orang baik yang memang ingin beribadah baik sehingga ditertibkan itu mudah. Seringkali yang membuat mereka tidak tertib dan tidak disiplin itu adalah misalnya ketua kloter," ucapnya.

"Alhamdulillah dalam sejarah jarang-jarang di Muzdalifah itu sudah bersih jam setengah tujuh. Setengah tujuh pagi semua jemaah sudah didorong sampai ke Mina," lanjutnya.

Kini, fokus pelayanan beralih ke Mina. Menurut Dahnil, titik krusial pertama di Mina yakni soal hari pertama.

"Nah titik krusial Mina itu adalah hari pertama. Karena hari pertama mereka baru terdorong dari Muzdalifah misalnya titik krusialnya AC. Ini AC dingin sekali ketika mereka masuk ke tenda kemudian mereka rasa dingin sekali kemudian mereka matikan AC-nya. Nah ketika hidup dihidupkan kembali itu AC-nya rusak. Akhirnya panas. Nah tadinya kedinginan ini kepanasan. Nah akhirnya dia harus diperbaiki," ucapnya.

"Nah kasus yang teman-teman temukan itu adalah AC-nya panas segala macam. Ada yang AC-nya rusak, ada yang AC-nya panas beneran. Nah itu yang kemudian petugas fast response," sambungnya.

Prinsipnya, kata Dahnil, pelayanan itu harus cepat. Sehingga ketika ada masalah, bisa langsung diatasi.

"Nah tapi yang pada prinsipnya yang perlu dilakukan adalah fast response. Dan petugas langsung memperbaiki," ucapnya.

Kedua adalah kapasitas tenda. Dahnil menyebut, jika ada yang kurang petugas harus segera melapor ke syarikah untuk disediakan.

"Nah, prinsipnya teman-teman sekalian, pasti ada titik-titik krusial yang membuat pelayanan tidak maksimal. Nah, itu kasus tenda itu selalu muncul di Mina, tapi yang paling penting prinsipnya saya sampaikan kepada petugas itu adalah fast response," ujarnya lagi.

Kemudian, ada juga masalah mobilisasi. Sebab kendaraan sangat sulit untuk masuk ke Mina. Semuanya harus dilakukan dengan jalan kaki. Tahun ini, ada 18 mobil golf yang disediakan untuk membantu jemaah yang sakit atau kelelahan.

"Alhamdulillah tahun ini yang berkemajuannya itu adalah kita punya izin 18 golf car yang bisa mundar-mandir mengangkut orang-orang tua atau bapak ibu jemaah haji yang membutuh bantuan ke pos kesehatan. Ini titik krusialnya. Ini hari pertama titik krusialnya sudah kita lewatkan," ucapnya.

Lalu, ada juga soal kepatuhan jemaah untuk ikuti jadwal lempar jumrah. Sehingga tidak dalam satu waktu berdesak-desakan dan tidak saat siang hari karena bisa berpotensi heat stroke.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
560 Narapidana Usia Lanjut Mendapat Remisi di Hari Lansia
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Wamendagri Ajak Masyarakat Kolaborasi Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Bina Marga Ungkap Kronologi Jalan Lenteng Agung Jaksel Amblas
• 17 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis Diajarkan di Sekolah, DPR Singgung Manfaatnya
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Lewat Program CSR, Aquaproof Bantu Wujudkan Masjid yang Lebih Nyaman dan Indah
• 3 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.