Bisnis.com, SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Stasiun Tanjung Perak mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diprediksi akan melanda wilayah pesisir Jawa Timur pada 31 Mei hingga 3 Juni 2026.
Fenomena alam tersebut dipicu oleh fase bulan purnama yang akan jatuh pada akhir Mei mendatang, di mana berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di sepanjang garis pantai.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Surabaya Sutarno menjelaskan banjir pesisir tersebut diprakirakan akan berdampak luas, mulai dari kawasan pesisir Surabaya, Madura hingga Banyuwangi.
"Untuk wilayah Surabaya, titik yang diprediksi terdampak meliputi Surabaya Barat, Benowo, Surabaya Pelabuhan, Surabaya Utara, Surabaya Timur, hingga Kenjeran," ucap Sutarno, Jumat (29/5/2026).
Selain area metropolitan tersebut, banjir rob juga diprakirakan mengancam wilayah di sepanjang Selat Madura, seperti Bangkalan Selatan dan kawasan Kresek di Sampang Barat.
"Kondisi serupa diprediksi terjadi di wilayah pesisir perairan Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi," tambahnya.
Situasi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu berbagai aktivitas vital di wilayah pesisir. Mulai dari proses bongkar muat di pelabuhan hingga kegiatan perikanan darat.
Terlebih lagi, tutur Sutarno, risiko genangan bisa semakin parah bila fenomena pasang air laut terjadi bersamaan dengan turunnya hujan berintensitas tinggi.
Oleh sebab itu, Sutarno pun mengingatkan masyarakat untuk dapat menjauhi area genangan karena sifat air laut yang korosif, serta senantiasa memantau pembaruan informasi resmi dari berbagai saluran resmi BMKG sebelum beraktivitas.
"Masyarakat diharapkan selalu mengikuti pembaruan informasi dari BMKG sebelum beraktivitas di wilayah pesisir Jawa Timur," pungkasnya.





