Grid.id - Sekeluarga tewas di sebuah tenda wisata camping di Posong, Temanggung. Salah satunya ialah mahasiswa UGM bernama Bagas.
Duka tak terelakkan ketika sekeluarga ditemukan tewas di dalam tenda wisata di Posong, Temanggung. Melansir Kompas, mereka ialah sang ayah berinisial MHM (52), istrinya, M (43) serta kedua anak mereka AEH (17) dan BAH (21).
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/5/2026) ketika petugas glamping datang ke tenda untuk menginformasikan tentang check out. Namun saat petugas datang, tak ada respon dari keluarga tersebut.
Pada pukul 11.30 WIB, petugas kembali datang dan kembali tak dapat jawaban. Kemudian petugas kembali pukul 15.45 WIB dan menemukan keempatnya dalam kondisi kaku dan sudah meninggal dunia.
Salah satu korban ialah Bagas Amar Hakiki yang masih berusia 21 tahun. Bagas adalah anak sulung keluarga tersebut.
Melansir Tribun Jateng, Bagas adalah mahasiswa Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Gadjah Mada atau UGM.
Akun @Prancis.ugm mengucapkan dukacita atas kepergian Bagas. Bagas merupakan mahasiswa UGM jurusan Sastra Prancis yang masuk pada tahun 2022 lalu.
"Telah berpulang kepada Sang Pencipta Bagas Amar Hakiki pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Segenap Keluarga Besar Bahasa dan Sastra Prancis, Fakultas ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya almarhum kehadapan-Nya. Atas kembalinya beliau, semoga almarhum dapat menerima rida di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta pihak keluarga dapat mengikhlaskannya," tulis akun tersebut dalam caption.
Kerabat korban yakni Asadi (51) mengatakan bahwa Bagas akan diwisuda pada Agustus 2026 nanti. Skripsi Bagas bahkan sudah hampir selesai sebelum ia meninggal dunia.
"Skripsinya hampir selesai dan Bagas juga menargetkan bisa ikut wisuda UGM, pada bulan Agustus nanti. Tapi, Allah berkehendak lain dalam musibah bersama keluarganya tersebut," jelas Asadi.
Selain mahasiswa UGM, Bagas juga dikenal sebagai fotografer Keraton Yogyakarta. Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno mengatakan bahwa Bagas pernah magang di Kawedanan Tandha Yekti di tahun 2024 lalu. Setelah itu, Bagas menjadi fotografer lepas dari tim dokumentasi.
"Mas Bagas salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti. Jadi Bagas ini sebenarnya awalnya salah satu peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti tahun 2024," ujarnya.
"Lalu kemudian dari magang tersebut, kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya 1 tahun selesai, Bagas bersama 2 orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY sebagai fotografer lepas," sambungnya.
Bagas dikenal sebagai sosok yang menyenangkan. Bahkan, meskipun ia berstatus freelance, Bagas tetap masuk ke tim inti dokumentasi.
"Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," imbuhnya.
Jenazah sekeluarga yang tewas di tenda wisata Posong, Temanggung itu dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung untuk diotopsi. Setelah itu, keempatnya dibawa kembali ke rumah duka, di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, sekitar pukul 15.27 pada Kamis (28/5/2026).
Jenazah keempatnya kemudian dimakamkan di TPU Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang pada Kamis (28/5/2026), diiringi isak tangis keluarga dan sahabat serta guyuran air hujan. (*)
Artikel Asli




