Deretan Penyakit yang Wajib Diwaspadai Pasca Idul Adha

herstory.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Idul Adha adalah Momentum berbagi yang penuh berkah. Namun, di balik kebahagiaan merayakan hari raya kurban, ada risiko kesehatan yang mengintai akibat konsumsi daging berlebihan dan praktik penanganan yang kurang higienis. Berdasarkan pemberitaan dari berbagai media, berikut deretan penyakit yang wajib diwaspadai pasca Idul Adha. 

1. Kolesterol Tinggi (Hiperkholesterolemia)

Konsumsi daging merah, terutama yang diolah dengan santan kental seperti gulai, dapat meningkatkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida secara drastis. Dr. Mia Miranda dari Fakultas Kedokteran Unpas menyebut hiperkholesterolemia sebagai salah satu penyakit yang mengintai setelah Idul Adha. Kondisi ini bukan hanya membuat tubuh terasa berat, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

2. Asam Urat Naik (Hiperuresemia)

Daging merah dan jeroan mengandung purin tinggi yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Hiperuresemia terjadi ketika kadar asam urat melebihi ambang batas normal, menyebabkan nyeri sendi yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Media Kompas.com juga memasukkan asam urat sebagai salah satu dari tiga penyakit yang rentan muncul setelah Idul Adha.

3. Hipertensi

Tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dapat muncul akibat konsumsi daging berlebihan dan makanan tinggi garam. Hipertensi sering kali tidak bergejala, tetapi dapat berakibat fatal jika tidak dikendalikan. Dr. Mia Miranda menekankan bahwa hipertensi termasuk penyakit yang perlu diwaspadai pasca perayaan Idul Adha.

4. Gangguan Pencernaan (Dispepsia dan Diare)

Dispepsia menyebabkan ketidaknyamanan perut bagian atas, seperti rasa terbakar, kembung, begah, mual, atau cepat kenyang. Diare juga sering terjadi karena konsumsi daging yang tidak dimasak sempurna atau disimpan pada suhu tidak tepat. Kedua gangguan ini sangat umum terjadi setelah holidays di mana makanan dikonsumsi dalam jumlah besar dan kurang memperhatikan kebersihan.

5. Penyakit Zoonosis (Antraks dan Lainnya)

Penyakit zoonosis seperti antraks dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan darah atau jaringan hewan yang terinfeksi. Indonesia Re memperingatkan masyarakat untuk waspada antraks menjelang Idul Adha karena penyakit ini berasal dari hewan ternak. Ancaman ini meningkat jika hewan kurban tidak diperiksa kesehatannya sebelum dimusnahkan.

Cara Mencegah Penyakit Pasca Idul Adha:
  1. Pola diet seimbang: Jangan berlebihan dalam mengonsumsi daging.
  2. Perbanyak sayur dan buah: Ini membantu pencernaan dan menurunkan risiko kolesterol. 
  3. Kurangi makanan bersantan: Santan tinggi lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol.
  4. Tetap aktif bergerak: Olahraga ringan membantu metabolisme tubuh. 
  5. Pastikan daging dimasak sempurna: Hindari konsumsi daging setengah matang untuk mencegah infeksi bakteri dan parasit. 
  6. Cek kesehatan hewan kurban: Pastikan hewan berasal dari peternak terpercaya dan memiliki surat kesehatan. 

Idul Adha seharusnya menjadi momentum untuk berbagi tanpa mengorbankan kesehatan. Dengan memahami deretan penyakit yang mengintai dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, kita bisa menikmati hidangan kurban dengan aman dan sehat. Kesehatan adalah investasi jangka panjang jangan biarkan perayaan singkat merusak keseimbangan tubuh.

Penulis: Muhammad Nouza Dwi Putra Sukandar


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WINGS Hadirkan Sustainability Talk buat Perkuat Aksi Nyata Peduli Lingkungan
• 7 jam laludetik.com
thumb
NBI Desak Pembenahan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis agar Jadi Warisan Besar Pemerintahan Prabowo-Gibran
• 20 jam lalupantau.com
thumb
4 Alasan Singapura Jadi Negara yang Dituju Anak Muda Indonesia Buat Melanjutkan Studi
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Pegadaian Jatim Tebar Kepedulian di Iduladha 2026, 1.000 Paket Daging Kurban Dibagikan ke Warga
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Modus Bersihkan Nasib Buruk, Paranormal Gadungan Malah Gondol Motor Korban
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.