Mual-Muntah saat Kemoterapi Tak Bisa Dianggap Sepele, Dokter: Ganggu Pengobatan

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Efek samping mual dan muntah akibat kemoterapi disebut tak bisa dianggap sepele. Kondisi tersebut bahkan dapat mengganggu efektivitas pengobatan kanker hingga membuat pasien enggan melanjutkan terapi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi, Ralph Girson Gunarsa, menjelaskan bahwa sejumlah obat kemoterapi memang memiliki efek samping mual dan muntah yang cukup berat.

“Sekitar 60-40 persen itu dia akan menjadi mual-muntah (setelah kemoterapi), ada yang ringan-sedang, ada yang sampai ringan berat,” kata dr. Ralph kepada kumparan usai kegiatan Siloam Oncology Summit di Shangri-La Hotel, Jakarta, Minggu (24/5).

Dr. Ralph menjelaskan, efek samping itu perlu ditangani secara serius karena dapat memicu berbagai komplikasi lain, mulai dari dehidrasi, gangguan organ, hingga memperburuk kondisi pasien kanker.

Menurutnya, mual dan muntah juga bisa membuat pasien memilih menunda bahkan menghentikan pengobatan kemoterapi.

“Pengobatan kemonya penting, sehingga mual-muntahnya harus bisa diatasi,” ujarnya.

Dr. Ralph mengatakan, kondisi dehidrasi dan penurunan nutrisi akibat mual-muntah dapat menurunkan efektivitas kemoterapi. Sebab, pasien membutuhkan kondisi tubuh dan asupan nutrisi yang baik selama menjalani terapi.

“Tentu akan sangat menurunkan efektivitas kemoterapi. Karena kemoterapi ini membutuhkan kondisi yang baik, membutuhkan nutrisi yang baik,” jelasnya.

Untuk mencegah efek tersebut, dokter biasanya memberikan obat antimual sebelum pasien menjalani kemoterapi atau yang dikenal sebagai premedikasi.

“Pencegahan mual-muntah akan lebih baik daripada mengobati setelah timbul muntahnya,” kata dr. Ralph.

Ia juga menjelaskan, saat ini terdapat terapi NK-1 receptor antagonist yang bekerja pada reseptor di otak untuk membantu mencegah rasa mual dan refleks muntah akibat kemoterapi.

Menurut dr. Ralph, terapi tersebut umumnya dikombinasikan dengan obat antimual lain agar hasilnya lebih optimal.

“Kombinasi kedua obat tersebut ini sampai saat ini merupakan kombinasi yang cukup baik untuk mencegah mual-muntah akibat kemoterapi,” ucapnya.

Selain mual dan muntah, pasien kemoterapi juga dapat mengalami efek samping lain seperti rambut rontok, penurunan sel darah, nyeri saraf, hingga kulit kering.

Namun, efek samping tersebut berbeda-beda tergantung jenis obat dan jenis kanker yang diderita pasien.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Ralph mengingatkan pasien kanker agar tidak memendam keluhan selama menjalani pengobatan. Ia meminta pasien dan keluarga tetap terbuka kepada tim medis demi keberhasilan terapi.

“Enggak usah khawatir, kami di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi ini melakukan pendekatan yang terkini. Jadi berbagai perkembangan ilmu sesuai dengan perkembangan ilmu kita juga akan melakukan update tersebut, sehingga kita akan memberikan pengobatan yang mutakhir,” ujarnya.

“Nah, oleh karena itu harus menghilangkan kekhawatiran. Khawatir wajar, tapi jangan putus asa,” tutupnya.

Penanganan Kanker di MRCCC Siloam Semanggi

Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Semanggi merupakan rumah sakit rujukan kanker di Indonesia dan Asia Tenggara yang didukung pendekatan Multidisciplinary Team (MDT) untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan kanker yang terintegrasi sesuai kebutuhan pasien. Layanan ini mencakup deteksi dini hingga pengobatan kanker secara menyeluruh.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Siloam untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat serta mempertegas peran Siloam sebagai bagian dari jaringan layanan rujukan nasional yang mampu menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus pergi ke luar negeri, khususnya dalam penanganan dan pengobatan kanker.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lewat Program CSR, Aquaproof Bantu Wujudkan Masjid yang Lebih Nyaman dan Indah
• 1 jam laluherstory.co.id
thumb
Hokinya Datang Mendadak! 6 Shio Ini Panen Keberuntungan dan Kesuksesan pada Jumat 29 Mei 2026
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Kondisi Tragis Balita Tewas Dibunuh Paman Diduga ODGJ di Bekasi
• 12 jam laludetik.com
thumb
Rs Syekh Yusuf Gowa Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik | BERITA UTAMA
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Seorang Wanita Menang Tiket Piala Dunia 2026 Setelah Membeli Pasta Gigi, Ada yang Menawar Rp1 Miliar Lebih untuk Membelinya
• 16 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.