Saskatchewan: Seorang pria asal Kerala, India, bernama Hrishikesh Koloth tewas setelah diserang beruang hitam di lokasi eksplorasi uranium terpencil di Saskatchewan utara, Kanada.
Insiden langka itu terjadi pada 8 Mei di area Zoo Bay yang dioperasikan UraniumX Discovery Corp.
Hrishikesh (27) bekerja sebagai teknisi kontrak di lokasi tersebut. Ia diketahui pindah ke Kanada tiga tahun lalu dan tinggal di Penticton, British Columbia, bersama kakaknya, Arjun Koloth.
Menurut keluarganya, Hrishikesh memiliki mimpi besar menjadi petarung UFC. “Itu mimpinya. Karena itulah dia datang ke Kanada. Dia ingin bertarung di UFC,” kata Arjun kepada CBS News.
Hrishikesh telah menekuni dunia olahraga tarung selama lebih dari satu dekade, baik saat masih di India maupun setelah pindah ke Kanada. Ia juga dijadwalkan mulai bekerja sebagai pelatih tinju di Vancouver pada Juni mendatang.
Arjun menggambarkan adiknya sebagai sosok pemberani dan pantang menyerah. “Dia tidak takut apa pun. Menang atau kalah, dia hanya ingin bertarung,” ujarnya, dikutip dari media India Today, Jumat, 29 Mei 2026.
Otoritas setempat mengatakan seorang warga sipil di lokasi menembak mati beruang tersebut setelah serangan terjadi. Bangkai beruang kemudian dibawa ke Western College of Veterinary Medicine di Saskatoon untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pejabat satwa liar menjelaskan beruang yang baru keluar dari hibernasi pada musim ini biasanya lebih agresif karena kesulitan mencari makanan. Pemerintah Saskatchewan bahkan telah mengeluarkan peringatan kepada warga pada hari kejadian agar waspada terhadap kemunculan beruang dari sarangnya.
Pemerintah setempat menyebut insiden itu sebagai serangan beruang fatal keempat dalam sejarah Saskatchewan. Kasus terakhir terjadi pada 2020 ketika seorang perempuan bernama Stephanie Blais tewas diserang beruang di dekat kabin keluarganya.
Arjun mengaku mengetahui kabar kematian adiknya setelah Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) mendatangi rumahnya pada pukul 04.00 waktu setempat.
Kini berada di Kerala untuk pemakaman adiknya, Arjun berharap Hrishikesh dikenang sebagai sosok petarung sejati. “Hati yang polos, jiwa petarung. Seorang pejuang,” katanya. (Keysa Qanita)
Baca juga: Dua Tentara AS Terluka Diserang Beruang Cokelat saat Latihan di Alaska




