Kiper PSM Makassar Reza Arya Pratama Dipastikan Susul Ramadhan Sananta ke Persebaya Surabaya: Skuad Juara Idaman Tavares Mulai Terbentuk

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Musim baru belum dimulai, tetapi Persebaya Surabaya sudah mengirim pesan tegas kepada rival-rivalnya di Super League. Green Force tampaknya benar-benar serius membangun skuad juara untuk musim 2026/2027.

Setelah lebih dulu mencapai kesepakatan dengan Yuran Fernandes dan bomber tajam Alex Martins, kini nama Ramadhan Sananta resmi masuk dalam proyek besar era Bernardo Tavares.

Dan kabarnya, pergerakan Persebaya belum berhenti.

Kiper utama PSM Makassar, Reza Arya Pratama, disebut menjadi target berikutnya untuk melengkapi fondasi skuad impian Bernardo Tavares musim depan.

Jika transfer itu benar-benar terealisasi, maka aroma reuni PSM Makassar di Surabaya akan semakin terasa kuat.

Bernardo Tavares tampaknya sedang membangun ulang fondasi tim yang pernah membawanya sukses bersama PSM. Ia tidak hanya merekrut pemain berdasarkan nama besar, tetapi juga berdasarkan karakter, chemistry, dan pemahaman taktik yang sudah teruji.

Hal itu terlihat jelas dari perekrutan Ramadhan Sananta.

Bagi Bernardo Tavares, Sananta bukan sekadar striker muda potensial. Ia adalah pemain yang sejak awal diyakininya punya kualitas mental untuk menjadi penyerang elite di Indonesia.

Keyakinan itu sebenarnya sudah terlihat sejak musim 2022/2023 ketika Tavares pertama kali memberi kesempatan besar kepada Sananta di PSM Makassar.

Salah satu momen paling penting terjadi saat PSM menghadapi Persib Bandung pada Agustus 2022. Kala itu, banyak pihak terkejut karena Bernardo berani memainkan beberapa pemain muda sekaligus, termasuk Sananta, Ananda Raehan, dan Dzaky Asraf.

Keputusan itu ternyata menjadi titik awal lahirnya salah satu striker paling menjanjikan di Indonesia.

Dalam pertandingan yang berakhir kemenangan telak 5-1 tersebut, Ramadhan Sananta langsung mencetak dua gol ke gawang Persib. Penampilannya bukan hanya soal gol, tetapi juga tentang keberanian, agresivitas, dan kemampuan membaca ruang.

Bernardo Tavares saat itu bahkan secara khusus memuji perkembangan Sananta.

“Kita semua bisa lihat di pertandingan bahwa mereka merespon instruksi dengan baik dan selalu memberikan yang terbaik. Yang paling jelas adalah Sananta,” kata Bernardo kala itu.

Pelatih asal Portugal tersebut juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melihat usia pemain sebagai ukuran utama. Yang paling penting baginya adalah karakter dan kecocokan dengan kebutuhan tim.

“Saya tidak pernah melihat apakah saya akan memainkan pemain muda atau pemain tua. Saya juga tidak peduli umur mereka berapa. Saya lihat karakter yang mereka punya dan saya sesuaikan dengan kebutuhan,” sambungnya.

Kini, beberapa tahun setelah momen itu, Bernardo dan Sananta kembali dipertemukan di Surabaya.

Statistik karier Sananta menunjukkan bahwa keyakinan Bernardo bukan kebetulan semata.

Sejak debut profesional bersama Persikabo 1973 hingga sempat memperkuat Brunei DPMM FC, Sananta terus berkembang sebagai striker modern dengan mobilitas tinggi.

Secara keseluruhan, pemain berusia 23 tahun itu sudah mencatat 31 gol dan tujuh assist dari 117 pertandingan profesional.

Performa terbaiknya tetap lahir bersama PSM Makassar musim 2022/2023 ketika ia mencetak 11 gol dan dua assist hanya dalam 28 pertandingan. Saat itu, Sananta menjadi salah satu simbol kebangkitan PSM menuju gelar juara.

Setelah pindah ke Persis Solo, produktivitasnya tetap cukup stabil dengan koleksi 16 gol dari 58 pertandingan.

Kini, Persebaya ingin menjadikan Sananta sebagai bagian penting dari lini depan baru mereka.

Apalagi sebelumnya Green Force sudah lebih dulu mengamankan Alex Martins, striker haus gol yang tampil eksplosif bersama Dewa United.

Kombinasi Alex Martins dan Ramadhan Sananta diprediksi menjadi duet paling berbahaya di Super League musim depan.

Alex menawarkan naluri finisher murni di kotak penalti, sementara Sananta punya mobilitas tinggi, pressing agresif, dan kemampuan membuka ruang untuk rekan-rekannya.

Di belakang mereka, hadir sosok Yuran Fernandes yang selama ini dikenal sebagai bek produktif sekaligus pemimpin pertahanan.

Dan jika Reza Arya Pratama benar-benar bergabung, maka proyek reuni PSM ala Bernardo Tavares akan semakin lengkap.

Reza bukan sekadar penjaga gawang biasa. Dalam beberapa musim terakhir, ia berkembang menjadi salah satu kiper paling konsisten di Indonesia. Refleks cepat, keberanian duel satu lawan satu, serta kemampuan membangun serangan dari bawah membuatnya cocok dengan filosofi permainan Bernardo.

Kehadirannya juga akan memberi stabilitas besar di sektor pertahanan Persebaya.

Semua pergerakan transfer ini menunjukkan satu hal: Persebaya tidak sedang membangun tim untuk sekadar bersaing di papan atas.

Mereka sedang membangun skuad juara.

Musim 2026/2027 tampaknya akan menjadi era baru bagi Green Force. Di tangan Bernardo Tavares, Persebaya perlahan berubah menjadi tim dengan identitas kuat, agresif, dan dipenuhi pemain yang sudah memahami filosofi sang pelatih.

Kini publik Surabaya tinggal menunggu apakah proyek ambisius itu benar-benar mampu menghadirkan trofi yang selama ini dirindukan Bonek.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewi Perssik Kuliah Psikologi, Ingin Lebih Memahami Diri Sendiri
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mengenal Kandidat Wasit Piala Dunia 2026, Sosok Tegas Penjaga Fair Play
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Bukan Sekadar Cahaya Fisik, Ini Makna Mendalam Api Dharma bagi Umat Buddha di Hari Waisak
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menguatkan Ekonomi Syariah melalui Momentum Setelah Idul Adha
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Tekan Angka Stunting, MBG Dinilai Jadi Jembatan Atasi Kerentanan Ekonomi Keluarga
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.