Napas Kembali Lega, Sinusitis Dapat Diatasi dengan Cara Lebih Nyaman

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada fase ketika hidung tersumbat tidak lagi terasa sebagai keluhan ringan. Biasanya, fase ini ditandai dengan gejala tidur yang mulai terganggu, kepala terasa berat hampir setiap hari, dan tubuh mudah lelah meski aktivitas tidak terlalu padat.

Kondisi yang awalnya tampak sepele itu perlahan memengaruhi kualitas hidup, sehingga bernapas lega menjadi hal yang dirindukan kembali. Dalam banyak kasus, keluhan tersebut berkaitan dengan sinusitis yang tidak tertangani secara tepat.

Saat ini, penanganan sinusitis tidak lagi hanya berfokus pada pereda gejala, melainkan juga pada upaya mengidentifikasi sumber masalah secara menyeluruh. Berdasarkan penjelasan dr. Caesarisma Vidiyanti, Sp.T.H.T.B.K.L dari Mayapada Hospital Surabaya, diagnosis yang akurat menjadi kunci dalam menentukan penanganan sinusitis.


"Sinusitis tidak selalu disebabkan oleh infeksi. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat dipicu oleh alergi maupun gangguan struktur pada rongga hidung. Karena itu, evaluasi menyeluruh diperlukan agar terapi benar-benar sesuai dengan kondisi pasien," ungkap Caesarisma dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Dirinya bilang, proses diagnosis saat ini didukung oleh perkembangan teknologi medis yang memungkinkan evaluasi lebih detail. "Dengan bantuan endoskopi, kondisi rongga sinus dapat terlihat langsung sehingga sumber peradangan dapat diidentifikasi lebih jelas dan penanganan dapat direncanakan lebih tepat," ujarnya.

Baca: Waspadai Serangan Jantung Usia Muda Gara-Gara Begadang-Stres-Merokok!

Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan sinusitis tidak selalu membutuhkan tindakan yang kompleks. Pada banyak kasus, kondisi ini dapat ditangani dengan pengobatan untuk meredakan peradangan, mengatasi infeksi, serta mengendalikan faktor pemicu seperti alergi. Namun, hal ini disesuaikan dengan kondisi pasien, dengan obat sebagai langkah awal, sementara kasus yang lebih berat atau tidak membaik memerlukan evaluasi lanjutan.

Dalam kondisi tersebut, teknologi medis berperan sebagai alat bantu dalam evaluasi dan penanganan yang lebih terarah. Menurut dr. Budi Sutikno, Sp.THT-KL(K)FICS dari Mayapada Hospital Surabaya, pendekatan penanganan sinusitis kini berkembang ke arah yang lebih minim invasif dan presisi.

"Dengan bantuan endoskopi, kami dapat mengidentifikasi sumber kelainan secara lebih jelas dan menanganinya secara lebih spesifik, sehingga tindakan dapat dilakukan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional," jelasnya.

Guna mendukung penanganan sinusitis yang lebih nyaman, Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) memiliki layanan Minimal Invasive & Endoscopic Sinus Center (Sinus Center). Layanan ini menyediakan penanganan komprehensif berbasis teknologi modern dan tindakan nasal endoskopi minimal invasif untuk membantu memastikan apakah keluhan berkaitan dengan sinusitis atau kondisi lainnya.

Tak hanya itu, kehadiran layanan tersebut juga ditujukan untuk membantu Anda kembali mendapatkan #NapasLega, didukung oleh tim dokter spesialis THT yang berpengalaman, termasuk subspesialis THT Bedah Kepala dan Leher, serta subspesialis hidung.

Baca: Ini Kunci Radioterapi Kanker Lebih Tepat Sasaran

Lebih jauh, MHSB juga menghadirkan inovasi yang memudahkan Anda melakukan evaluasi awal secara mandiri melalui Sinus Symptom Checker Digital, berupa kuesioner singkat untuk mengenali kemungkinan gejala sinusitis. Layanan unggulan untuk THT juga tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital, termasuk Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said), Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung, serta akan segera hadir di Jakarta Timur.

Didukung oleh tim multidisiplin dan fasilitas modern, layanan tersebut mencakup skrining hingga terapi lanjutan yang dapat diakses melalui berbagai kanal layanan Mayapada Hospital.

Informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Persib Raih Juara Liga Indonesia, ke-3 Kalinya Secara Beruntun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Asa Kesepakatan AS-Iran, Anjlok 8% Sepekan
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
MSCI Bongkar Portofolio, Saham RI Bakal Gonjang-Ganjing di Akhir Mei?
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Kemarin, jumlah hewan kurban Irfan hakim hingga wujudFerrari Luce
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan 29 Mei 2026, Emiten Prajogo Pangestu Mendominasi
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Mulai 1 Juli 2026, Pengguna Nomor Baru Harus Registrasi SIM Card dengan Biometrik
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.