Bulog Tak Mau Jual Murah Beras RI ke Malaysia

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rumor penawaran awal tarif ekspor beras premium dari pihak Malaysia di angka Rp16.000 per kilogram dipastikan belum menjadi harga final. Perum Bulog berencana melakukan negosiasi lanjutan atas draf tawaran harga ekspor tersebut demi memaksimalkan marjin penerimaan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan ruang negosiasi masih terbuka lebar. Ia menyebut, setelah Iduladha, Bulog bersama tim Kementerian Pertanian akan bertolak ke Sarawak untuk membahas kepastian volume dan harga ekspor beras.

“Ini rencana habis Iduladha ini, dalam waktu dekat, kami bersama tim Kementan akan ke Sarawak untuk sekaligus memastikan berapa jumlahnya dan berapa kepastian harganya,” ujar Rizal kepada wartawan di kompleks Perum Bulog, Jumat (29/5/2026).

Rizal melanjutkan, tawaran harga ekspor dari Malaysia sebesar Rp16.000 per kilogram akan terlebih dahulu didiskusikan bersama para pemangku kepentingan pemerintah, terutama Kementerian Pertanian.

“Karena sesuai arahan Presiden kemarin, harga yang kita ekspor itu harus menguntungkan petani, bangsa, dan negara,” katanya.

Lebih lanjut, Rizal berharap harga ekspor beras ke Malaysia dapat meningkat dari penawaran awal yang diajukan.

“Ya, insya Allah seperti itu ya (lebih dari Rp16.000 per kilogram),” tutur Rizal.

Ia menambahkan, tim perunding Bulog siap diterjunkan ke Sarawak guna memastikan kesepakatan harga ekspor tidak merugikan kepentingan nasional.

“Nah kami akan diskusi dulu ya dengan Direktur Pemasaran termasuk juga dengan Pak Menteri Pertanian dalam hal ini,” ujarnya.

Baca Juga: Skandal Beras Oplosan Rp99 Triliun Terbongkar, Kementan Tabuh Genderang Perang Lawan Mafia Pangan

Baca Juga: Antisipasi Stok Beras 7 Juta Ton, Bulog Perluas Gudang di Wilayah 3T

Baca Juga: Bulog Umumkan Stok Beras Bulan Mei Capai 5,39 Juta Ton, Indonesia Siap Swasembada Pangan Berkelanjutan

Sebelumnya, sejak 26 Mei 2026, peluang ekspor beras Indonesia mulai terbuka di tengah ketidakpastian pangan global. Bulog disebut masih melobi harga ekspor beras ke Malaysia dengan selisih penawaran yang cukup lebar antara kedua pihak.

Rizal menegaskan Bulog siap menjalankan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait peluang ekspor beras Indonesia, termasuk memastikan harga jual tetap menguntungkan petani dalam negeri.

“Kalau kami siap. Begitu ada perintah, kami siap akan melaksanakan perintah tersebut. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” kata Rizal di Jakarta, Senin (18/5/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Siap Cetak Uang Kertas US$250 yang Menampilkan Wajah Trump
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Sapi Kurban Bantuan Presiden Dibagikan ke 400 KK di Garut
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rumah dan Toko Warga Semampir Dibobol Maling, Uang 7 Juta dan HP Digasak
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kebakaran Tambora Diduga Dipicu Korsleting Listrik, Puslabfor Turun Tangan
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Diduga Kelelahan, Driver Ojol Ditemukan Terkapar di Pinggir Jalan Jaktim
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.