Kemenag Soroti Krisis Regenerasi Pemandi Jenazah, Anak Muda Dinilai Masih Enggan Terlibat

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyoroti krisis regenerasi pemandi jenazah yang semakin nyata di Indonesia.

Profesi yang menjadi bagian dari pelaksanaan fardhu kifayah itu dinilai kian sulit menarik keterlibatan generasi muda, terutama di wilayah perkotaan.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengatakan pemandi jenazah memiliki peran penting dalam pelayanan keagamaan umat Islam.

Baca juga: Jalan Lenteng Agung Ambles, Pakar: Beton Tak Bisa Tiba-tiba Keropos

Namun, di balik perannya yang strategis, profesi ini menghadapi tantangan serius terkait keberlanjutan sumber daya manusia.

“Pemandi jenazah adalah pilar penting pelayanan keagamaan di garis depan masyarakat. Mereka bukan hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga menjaga kehormatan terakhir seorang muslim sekaligus menjadi penenang psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Thobib saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/5/2026).

Kemenag mengaku belum memiliki data pasti mengenai jumlah pemandi jenazah di Indonesia. Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara wilayah pedesaan dan perkotaan.

Di desa, tradisi gotong royong masih membuat kebutuhan pemandi jenazah relatif terpenuhi. Sebaliknya, di kota besar, ketergantungan pada lembaga formal seperti rumah sakit, yayasan, hingga layanan sosial membuat ketersediaan tenaga pemulasaraan jenazah semakin terbatas.

“Di perkotaan, petugas pemandi jenazah semakin langka. Ketika terjadi lonjakan kematian, sering kali terjadi kekurangan tenaga terampil di tingkat RT dan RW,” kata Thobib.

Kemenag juga mengakui bahwa mayoritas petugas pemandi jenazah saat ini berusia lanjut. Anak muda dinilai masih enggan terlibat karena stigma, rasa takut, serta anggapan bahwa profesi tersebut tidak memiliki prospek ekonomi.

Standar Syariat dan Pelatihan Rutin

Meski menghadapi krisis regenerasi, Kemenag memastikan bahwa pembinaan tetap dilakukan secara rutin melalui Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah serta Kantor Urusan Agama (KUA).

Program Bimbingan Teknis (Bimtek) pemulasaraan jenazah terus digelar dengan melibatkan penyuluh agama di tingkat kecamatan.

Baca juga: Di Balik Pekerjaan Pemandu Lansia Daycare, Ada Rindu yang Perlahan Terobati

Dalam panduan yang disampaikan Kemenag, proses pemulasaraan jenazah mencakup tahapan lengkap mulai dari penanganan awal, pemandian, pengafanan, salat jenazah, hingga penguburan.

Semua proses tersebut harus mengikuti prinsip syariat Islam dan standar keselamatan kerja.

Kemenag juga menekankan pentingnya pelibatan berbagai pihak, termasuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), ormas Islam, hingga tenaga kesehatan untuk aspek higienitas dan keamanan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Ini bukan hanya urusan ibadah, tetapi juga menyangkut keselamatan petugas dan kesehatan lingkungan,” ujar Thobib.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyembelihan Hewan Kurban di RPH Muara Taweh Gratis
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kinerja Kokoh di Kuartal I-2026, BRI (BBRI) Pastikan Likuiditas dan Permodalan Terjaga
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Viral Pria Tergeletak di Ruas Tol Cawang, Diduga Bunuh Diri
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
10 Jurusan Kuliah Paling Cuan dan Cepat Balik Modal
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
IHSG Dibuka Turun ke 6.112 Jumat Pagi
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.