Pemprov Diminta Tak Tutup Mata soal Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak menutup mata terhadap dugaan praktik prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.

Ia menegaskan, dugaan praktik tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditoleransi dan harus diusut hingga tuntas.

"Jakarta tidak boleh menjadi ruang aman bagi predator seksual dan mafia perdagangan manusia," ujar Kenneth dalam keterangannya kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: DPRD DKI Dorong Pemprov Awasi Tamansari usai Dugaan Prostitusi Anak

Kenneth meminta Pemprov DKI bersama aparat penegak hukum segera bergerak melakukan penelusuran dan penertiban di lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat praktik eksploitasi seksual anak.

Menurut dia, pemerintah daerah tidak boleh hanya menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian, tetapi juga harus aktif melakukan langkah pencegahan di lapangan.

"Masyarakat berhak mempertanyakan apakah pengawasan selama ini berjalan maksimal. Jangan sampai ada pembiaran atau oknum yang bermain. Semua harus dibuka secara terang dan ditindak tegas," kata Kenneth.

Selain itu, ia juga mendorong pengawasan ketat terhadap hotel, apartemen, serta tempat hiburan malam yang berpotensi disalahgunakan sebagai lokasi praktik prostitusi.

Kenneth turut menyoroti pentingnya patroli siber karena praktik eksploitasi seksual anak kini diduga juga terjadi melalui media sosial dan platform digital.

Baca juga: DPRD Desak Pemprov DKI Evaluasi Lokasari Usai Muncul Video Soal Prostitusi Anak

"Saya juga minta akun, grup, atau platform yang digunakan untuk perdagangan seksual anak ditindak tegas. Jakarta tidak boleh menjadi ruang aman bagi predator seksual," kata dia.

Sebelumnya, polisi tengah menyelidiki video viral yang menunjukkan dugaan penawaran prostitusi anak di bawah umur kepada seorang warga negara asing (WNA) Jepang di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.

Dalam video yang beredar di media sosial, terdengar beberapa orang diduga muncikari menyebut usia perempuan yang ditawarkan mulai dari 15 hingga 17 tahun.

Namun, Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M Zulfikar menyebut pihaknya masih mendalami kebenaran video tersebut dan belum bisa memastikan lokasi maupun identitas para pihak yang terlibat.

Polisi juga menyebut pernah menangani laporan serupa, namun kasus sebelumnya dinyatakan tidak terbukti. Sementara laporan terbaru masih dalam tahap penyelidikan.

X/@hunter_tnok Beredar video diduga prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur terjadi di kawasan Lokasari, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Pemprov bergerak soal prostitusi anak

Pemprov DKI Jakarta bergerak menindaklanjuti dugaan praktik prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pemprov menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk eksploitasi seksual terhadap anak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Patra Niaga Membagikan 2.031 Hewan Kurban di Seluruh Indonesia pada Idul Adha 1447 H
• 4 jam lalupantau.com
thumb
DPRD DKI Dorong Pemprov Awasi Tamansari usai Dugaan Prostitusi Anak
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Patroli Udara Deteksi Karhutla di Muara Enim, Api Berhasil Dipadamkan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Teddy: Forum Bisnis RI-Prancis Pertemuan 30 Industri, Kapitalisasi USD 1,3 T
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Perubahan Iklim Jadi Tantangan Sistem Listrik Interkoneksi Modern
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.