Smartphone Bakal Naik Tajam, Xiaomi: Cepat Ganti Sekarang

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Produsen gawai asal China, Xiaomi, mengimbau konsumen untuk tidak menunda pembelian atau pergantian smartphone baru di tengah tren kenaikan biaya komponen yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa tahun mendatang.

CEO Xiaomi, Lei Jun, menyatakan era ponsel dengan harga terjangkau akan segera berakhir akibat lonjakan harga cip memori yang diprediksi terus berlanjut hingga setidaknya 2027. Menurut dia, tekanan biaya pada komponen memori saat ini menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri ponsel.

Pihak manajemen Xiaomi menilai penundaan pembelian perangkat justru dapat merugikan konsumen secara finansial. Pasalnya, kenaikan biaya produksi di sepanjang rantai pasok global telah mendorong vendor untuk menyesuaikan harga jual produk di tingkat ritel.

Salah satu faktor utama yang memicu kondisi tersebut adalah perubahan fokus produsen memori dunia, seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron, yang kini lebih banyak memproduksi High Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Akibatnya, pasokan DRAM dan NAND yang digunakan pada smartphone menjadi lebih terbatas.

Dampaknya terlihat pada struktur biaya produksi ponsel. Jika sebelumnya biaya memori hanya menyumbang sekitar 10 hingga 15 persen dari total biaya material perangkat, pada awal 2026 porsinya meningkat menjadi sekitar 30 hingga 40 persen. 

Xiaomi bersama sejumlah merek lain, termasuk OPPO dan vivo, mulai melakukan penyesuaian harga sebagai respons terhadap kenaikan biaya tersebut.

Xiaomi mengungkapkan bahwa perusahaan sebenarnya telah memperingatkan pasar sejak 2025 mengenai potensi lonjakan harga memori. Kekhawatiran tersebut kemudian terbukti dengan munculnya laporan kenaikan harga berbagai model smartphone di pasar China sejak Maret 2026.

Para analis industri memperkirakan tren kenaikan harga cip memori dan penyimpanan tidak akan mereda dalam waktu dekat. Menurut proyeksi industri, tekanan harga komponen masih akan berlanjut hingga 2028.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Xiaomi menilai saat ini merupakan momentum yang tepat bagi konsumen yang berencana mengganti perangkat. Menunda pembelian dinilai hanya akan membuat konsumen menghadapi harga yang lebih tinggi untuk spesifikasi yang sama pada masa mendatang.

Baca Juga: iPhone 17 Diklaim Jadi Smartphone Terlaris di China, Kalahkan Merek Lokal

Selain kenaikan harga, industri juga diperkirakan akan menghadapi sejumlah konsekuensi lain, seperti berkurangnya pilihan kapasitas penyimpanan besar, termasuk kemungkinan penghapusan varian 1TB pada beberapa model. Konsumen juga diperkirakan akan mempertahankan perangkat mereka lebih lama, sementara merek-merek kecil berpotensi menghadapi tekanan persaingan yang semakin berat.

Menurut Xiaomi, tekanan inflasi pada komponen memori diperkirakan baru mulai mereda setelah 2027. Karena itu, konsumen yang memang membutuhkan smartphone baru disarankan untuk tidak menunggu harga turun dan mempertimbangkan pembelian lebih cepat sebelum biaya perangkat kembali meningkat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungan Wisatawan Libur Iduladha di Jabar Tembus 116 Ribu Orang, Bogor Jadi Daerah Terfavorit
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Kementan Dorong Investasi Vaksin Hewan untuk Perkuat Kemandirian Industri Peternakan dan Ketahanan Pangan Nasional
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Jalan Ambles di Lenteng Agung, Lalu Lintas Arah Depok Macet
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Sekolah Sesuai Pedoman BPIP
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Tersingkir Lebih Awal di Roland Garros 2026, Sinner: Saya Cukup Kesulitan
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.