Sosiolog Nilai Pemandi Jenazah Profesi yang Dibutuhkan, tetapi Kerap Terlupakan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Di balik setiap prosesi pemakaman yang tampak khidmat dan tenang, terdapat pekerjaan sunyi yang jarang disorot, yakni pemandi jenazah.

Mereka bekerja di ruang-ruang tertutup, berhadapan langsung dengan tubuh manusia yang telah tiada untuk memastikan proses perpisahan terakhir berjalan sesuai norma agama, etika, dan nilai kemanusiaan.

Bagi Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rakhmat Hidayat, profesi ini berada pada posisi yang unik sekaligus paradoksal dalam struktur sosial masyarakat modern.

Baca juga: Mama Sinta Laporkan Ketua LBH Merauke ke Polisi atas Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi

“Di satu sisi mereka menjalankan fungsi sosial yang sangat penting, tetapi di sisi lain sering berada di pinggir kesadaran sosial karena berkaitan dengan kematian,” ujar Rakhmat saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Kamis (28/5/2026).

Dalam perspektif sosiologis, Rakhmat menjelaskan bahwa masyarakat modern cenderung “menyingkirkan” kematian dari ruang publik.

Jika dahulu kematian menjadi bagian dari kehidupan sosial yang dekat dengan keluarga dan komunitas, kini proses tersebut banyak dialihkan ke institusi seperti rumah sakit, rumah duka, hingga kelompok relawan pemulasaraan jenazah.

Akibatnya, pemandi jenazah menjadi bagian penting dari sistem sosial, tetapi tidak selalu terlihat.

“Mereka sebenarnya pekerja ritual sosial. Tidak hanya membersihkan tubuh jenazah, tetapi juga menjaga martabat manusia sampai akhir hayat,” kata Rakhmat.

Namun, karena pekerjaan ini bersentuhan langsung dengan tubuh tak bernyawa, darah, dan kondisi yang sering kali traumatis, muncul jarak sosial di tengah masyarakat.

Di satu sisi, mereka dibutuhkan. Namun di sisi lain, profesi ini jarang dibicarakan secara terbuka atau mendapatkan pengakuan setara dengan profesi lain.

Fenomena ini, menurut Rakhmat, mencerminkan ambivalensi sosial, yakni kebutuhan tinggi terhadap suatu profesi yang disertai penghindaran secara simbolik.

Baca juga: Wanita Muda Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Kebayoran Baru Jaksel, Ada Luka di Kepala

Selain aspek sosial, pemandi jenazah juga menghadapi tantangan psikologis yang tidak ringan.

Mereka berhadapan dengan kematian hampir setiap hari, termasuk dalam kondisi ekstrem seperti kecelakaan atau penyakit berat.

“Secara psikologis mereka bisa mengalami tekanan batin, trauma sekunder, hingga kelelahan emosional. Bahkan bisa terjadi desensitisasi terhadap kematian,” ujar Rakhmat.

Namun di lapangan, banyak pemandi jenazah justru mengembangkan mekanisme bertahan melalui nilai spiritual dan religius.

Keyakinan agama, empati, serta penerimaan terhadap kematian menjadi cara mereka menjaga stabilitas mental.

Selain itu, terdapat pula stigma sosial yang masih melekat. Sebagian masyarakat masih merasa takut atau canggung terhadap profesi ini, bahkan mengaitkannya dengan hal-hal mistis.

Dalam sosiologi, kondisi ini disebut sebagai pelabelan sosial, yakni ketika suatu profesi diberi makna negatif oleh lingkungan sosial.

Meski demikian, di sejumlah komunitas, pemandi jenazah justru mendapatkan penghormatan tinggi karena dianggap menjalankan tugas mulia dan penuh pengabdian.

Menariknya, Rakhmat Hidayat menilai bahwa pekerjaan ini justru membentuk cara pandang yang lebih reflektif terhadap kehidupan.

“Mereka setiap hari menyaksikan bahwa status sosial, jabatan, dan konflik manusia berhenti di titik yang sama: kematian,” ujar dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Mama Sinta Klaim Tak Pernah Diajak Main Film Pesta Babi, Minta Penayangannya Dihentikan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mau Perpanjang SIM? Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 29 Mei 2026
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Masyarakat Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih Saat Hari Lahir Pancasila 1 Juni
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
PSSI jual 35.000 tiket untuk laga Indonesia versus Oman dan Mozambik
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
BPIP Undang Semua Mantan Presiden dan Wakil Presiden di Upacara Hari Lahir Pancasila
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Fokus Selidiki Sumber Keracunan yang Tewaskan Satu Keluarga di Posong
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.