Kemenkum dorong Pancasila jadi "living ideology" di ruang digital

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum (Kemenkum) mendorong Pancasila menjadi ideologi yang hidup (living ideology) bagi seluruh elemen bangsa di ruang digital.

“Kita berharap Pancasila menjadi living ideology yang bisa diterapkan di dalam ruang-ruang digitalisasi, biar sesuai dengan sila-sila yang ada di Pancasila,” kata Kepala BPSDM Hukum Kemenkum Gusti Ayu Putu Suwardani dalam webinar internasional secara daring di Jakarta, Jumat malam.

Dalam webinar bertajuk “Merajut Keberagaman: Nilai Pancasila sebagai Jiwa Pemersatu Bangsa” itu, dia mengatakan langkah tersebut strategis untuk membentengi generasi muda dari ancaman polarisasi di dunia maya.

Menurut dia, Pancasila merupakan pedoman hidup (way of life) bangsa Indonesia. Selain menjadi sumber dari segala sumber hukum, Pancasila juga merupakan sumber dari segala sumber nilai di negara ini.

Pancasila, imbuhnya, tidak hanya relevan bagi bangsa Indonesia, tetapi juga dunia internasional. Di tengah meningkatnya polarisasi global, konflik identitas, dan krisis kemanusiaan, Pancasila menawarkan jalan tengah.

Baca juga: Wamenkum tegaskan Pancasila tak boleh mandek jadi teori di atas kertas

“Ada empat jalan tengah, empat pilar, yang bisa kita berikan kontribusi kepada dunia, yaitu harmoni dalam keberagaman, koeksistensi perdamaian, pluralisme demokratis, dan juga keadilan sosial,” ujar dia.

Ia menegaskan keberagaman yang dimiliki Indonesia bukan kelemahan, melainkan kekuatan bangsa. Di tengah kemajemukan tersebut, Pancasila hadir sebagai fondasi pemersatu yang menjaga harmoni, toleransi, serta persaudaraan.

Dia menyebut tantangan kemajemukan Indonesia, yakni polarisasi kini tidak hanya muncul di ruang fisik, tetapi mulai berpindah dan berlipat ganda di ruang digital.

Namun, pembangunan bangsa tidak boleh kehilangan arah kemanusiaan di tengah arus digitalisasi.

Gen Z

Sehubungan dengan itu, Gusti Ayu menyoroti pentingnya mewariskan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, khususnya generasi Z (kelahiran 1997–2012) dan generasi Alfa (kelahiran 2013–2024).

Baca juga: Prabowo tegaskan Pemerintah jalankan mazhab ekonomi Pancasila

Menurut dia, regenerasi perlu dilakukan karena kedua generasi yang merupakan generasi digital (digital native) murni ini akan mencakup sekitar 40 persen dari total populasi Indonesia saat memasuki era Indonesia Emas 2045.

“Ini merupakan peluang baru, bagaimana kedua generasi ini harus benar-benar bisa berkolaborasi untuk sama-sama menghargai inklusivitas, keterbukaan, hubungan global, dan juga keadilan sosial,” ucapnya.

Ia lebih lanjut menjelaskan, Kemenkum melalui BPSDM Hukum telah bertransformasi menjadi “kampus pengayoman Pancasila”. Institusi ini berkomitmen menjadi pusat internalisasi nilai kebangsaan bagi aparatur sipil negara di bidang hukum.

“Kampus ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat membangun karakter, integritas, profesionalisme, dan kepemimpinan berbasis nilai Pancasila,” katanya.

Adapun webinar internasional itu hasil kerja sama BPSDM Hukum Kemenkum dan Institut Leimena tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.

Baca juga: Komisi XIII dorong Bulan Pancasila jadi momentum kaji implementasi




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham TPIA, ADES hingga GZCO Melaju Usai Naik Kelas ke Papan Utama
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar Pamit dari Jabatan dan Tekankan Nilai Gotong Royong untuk ASN Pemkot
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Cal Crutchlow Resmi Gantikan Johann Zarco yang Cedera pada MotoGP Italia di Mugello
• 15 jam lalupantau.com
thumb
6.804 galon air zam zam telah disiapkan bagi jamaah Kalsel dan Kalteng
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Sering Minum Obat Nyeri Tanpa Resep: Apa Dampaknya bagi Kesehatan Ginjal?
• 48 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.