Jemaah haji lansia, tergolong risiko tinggi, dan punya penyakit komorbid atau penyerta, diimbau lempar jumrahnya dibadalkan.
Mereka tidak diperkenankan untuk berjalan dari maktab di Mina menuju Jamarat.
Pesan ini disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia mengatakan telah menginstruksikan ketua kloter untuk membadalkan lempar jumrah jemaah kategori tersebut.
"Jadi ini penting disampaikan oleh teman-teman media, yang tidak layak dan tidak kuat jalan, terutama yang sepuh, yang punya komorbid, misalnya sesak napas, jantung, kemudian obesitas, itu kami sudah instruksikan semua Ketua kloter untuk dibadalkan. Mereka tidak diperbolehkan jalan menuju Jamarat," kata Dahnil di Mina, Kamis (28/5).
Dahnil mengatakan melempar jumrah merupakan salah satu titik krusial saat jemaah berada di Mina. Menurutnya, pos kesehatan biasanya penuh pada hari pertama jemaah tiba di Mina.
Hal itu bukan tanpa sebab. Jemaah yang lelah baru sampai dari Arafah dan Muzdalifah, langsung lempar jumrah.
"Makanya hari pertama itu pos kesehatan kita penuh biasanya. Dengan orang-orang yang sesak napas, yang jantung, segala macam," kata Dahnil.
"Makanya kemudian yang dirawat kami, sudah obesitas misalnya, makanya kami sudah instruksikan kepada petugas kesehatan dan kepada ketua kloter, tidak boleh lagi ada yang jalan kalau dia secara kesehatan tidak layak," ujarnya.
Sediakan 18 Mobil GolfDahnil sempat jalan menuju Jamarat dari Mina dan menemukan sejumlah jemaah yang tidak sanggup jalan hingga harus menyewa kursi roda.
"Dan kita bayar. Maksudnya kan itu kita bayar dengan kursi roda yang dikelola oleh Arab Saudi, karena memang kita enggak boleh menyediakan kursi roda di Mina. Itu dilarang di Mina," ujarnya.
Tahun ini, kata Dahnil, pemerintah Indonesia berhasil meloloskan izin 18 mobil golf masuk ke Mina untuk membantu jemaah.
"Tahun ini yang berkemajuannya itu adalah kita punya izin 18 golf car yang bisa mondar-mandir mengangkut orang-orang tua atau bapak ibu jemaah haji yang membutuhkan bantuan ke pos kesehatan. Ini titik krusialnya," ucapnya.
Minta Jemaah Patuh JadwalDahnil juga meminta jemaah haji patuh terhadap jadwal lempar jumrah yang sudah disusun. Jemaah diimbau tidak lempar jumrah pada siang hari, karena cuaca cukup terik.
"Kita selalu mengimbau supaya jangan lempar jumrah di siang hari, jam 10 sampai jam 3 (sore), waktu kita nanti jam 4 (sore) ke atas," ujarnya.
"Biasanya jam-jam segini itu (siang) Turki, Uzbekistan, Kazakhstan, yang bergerak Afrika. Nanti kita jam 4 (sore) sampai dini hari. Kenapa? Itu lebih aman," pungkasnya.





