Bumi yang Dihamparkan, Langit yang Ditegakkan

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Allażī ja‘ala lakumul-arḍa firāsyaw was-samā`a binā`aw wa anzala minas-samā`i mā`an fa akhraja bihī minaṡ-ṡamarāti rizqal lakum, fa lā taj‘alụ lillāhi andādaw wa antum ta‘lamụn.

Baca Juga
  • Terungkap Satu Pengguna Whip Pink Alami Kelumpuhan Temporer
  • Inspektorat Awasi Pelaksanaan Haji Hingga Hari Tasyrik Selesai di Mina
  • RSUD Syekh Yusuf Gowa Kebakaran, Puluhan Pasien Dievakuasi

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." (QS Al-Baqarah: 22) 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ayat ini bukan sekadar uraian tentang alam semesta. Ia adalah undangan untuk merenung. Allah tidak langsung memerintahkan manusia untuk menyembah-Nya, melainkan terlebih dahulu mengajak mereka melihat dunia yang setiap hari mereka pijak dan nikmati.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Lihatlah bumi. Dalam tafsirnya, Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa kata firāsyan berarti hamparan yang nyaman dan dapat ditempati. Bumi tidak dijadikan keras seperti batu yang mustahil ditinggali, tidak pula cair sehingga manusia tenggelam di dalamnya. Ia dihamparkan dengan ukuran yang sempurna agar menjadi tempat hidup bagi seluruh makhluk.

Betapa sering manusia berjalan di atas bumi tanpa pernah memikirkan mengapa bumi begitu bersahabat. Padahal sedikit saja hukum alam berubah, kehidupan akan menjadi mustahil. Gunung, lembah, tanah, lautan, hingga jalan yang dilalui setiap hari adalah bagian dari karunia yang sering luput dari perhatian.

Kemudian Allah mengalihkan pandangan manusia ke atas."Langit sebagai bangunan." Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa langit diumpamakan sebagai bangunan atau atap yang kokoh. Ia berdiri tanpa tiang yang terlihat, menaungi bumi dan seluruh kehidupan di dalamnya. Matahari bergerak pada orbitnya, bulan beredar dengan ketepatan yang menakjubkan, bintang-bintang menghiasi malam, semuanya berjalan dalam keteraturan yang tidak pernah meleset.

Fakhruddin Ar-Razi menyebut bahwa keteraturan langit merupakan salah satu bukti paling kuat tentang keesaan Allah. Sebab sesuatu yang teratur menunjukkan adanya pengatur. Sesuatu yang harmonis menunjukkan adanya kehendak yang tunggal. Jika alam semesta ini memiliki banyak penguasa yang saling bersaing, niscaya keteraturan itu akan runtuh.

Lalu turunlah hujan dari langit. Bagi manusia modern, hujan mungkin hanya bagian dari siklus alam. Namun Alquran mengajarkan cara pandang yang berbeda. Hujan bukan sekadar peristiwa meteorologi. Ia adalah rahmat yang diturunkan Allah.

Setetes hujan jatuh ke tanah yang mati. Lalu tanah itu hidup kembali. Benih yang tersembunyi di dalam bumi pecah, akar mulai tumbuh, batang menjulang, daun menghijau, bunga bermekaran, dan buah-buahan muncul sebagai rezeki bagi manusia.

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa penyebutan buah-buahan dalam ayat ini merupakan pengingat bahwa seluruh sumber kehidupan manusia pada akhirnya kembali kepada air yang Allah turunkan. Manusia boleh menanam, menyiram, dan merawat, tetapi tidak ada satu pun yang mampu menciptakan kehidupan dari ketiadaan selain Allah.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banyak yang Belum Tahu, Umur Ban Motor Ternyata Ada Batasnya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Usai Prancis, Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Austria dan Hungaria
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
RSUD Syekh Yusuf Gowa Kebakaran, Puluhan Pasien Dievakuasi
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wamendagri Ajak Masyarakat Kolaborasi Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Terobos Tol Padaleunyi
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.