IHSG mengalami tekanan minor sepanjang pekan ini dengan penurunan 0,56 persen ke 6.127 meski transaksi harian melonjak 30,37 persen.
IDXChannel - Aktivitas perdagangan saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 25 hingga 29 Mei 2026 ditutup dengan kinerja yang bervariasi. Kendati indeks saham utama mengalami penyusutan, performa transaksi harian dan nilai kapitalisasi pasar modal nasional justru mencatatkan pertumbuhan yang positif.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan minor sepanjang pekan ini, yang membuatnya harus bergeser dari zona hijau pada pekan lalu.
"Perubahan terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 0,56 persen sehingga ditutup pada level 6.127,381 dari posisi 6.162,045 pada pekan lalu," ungkap Kautsar dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).
Di tengah koreksi IHSG, gairah perdagangan di bursa justru meningkat tajam. Hal ini tecermin dari rata-rata nilai transaksi harian yang melonjak signifikan sebesar 30,37 persen, menjadi Rp28,38 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka Rp21,77 triliun.
Dampak positif juga menjalar ke sektor kapitalisasi pasar bursa yang ikut terkerek naik sebesar 0,88 persen. Adapun valuasi aset emiten di BEI tersebut naik menjadi Rp10.729 triliun dari posisi penutupan minggu lalu yang sebesar Rp10.635 triliun.
Meski demikian, indikator frekuensi dan volume perdagangan menunjukkan tren penurunan terstruktur. Rata-Rata Frekuensi Transaksi mengalami penyusutan sebesar 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi harian, dari pekan lalu yang sempat mencapai 2,37 juta kali.
Sedangkan Rata-Rata Volume Transaksi merosot sebesar 15,60 persen menjadi 30,95 miliar saham, dari capaian minggu sebelumnya yang bertengger di angka 36,67 miliar saham.
Pergerakan modal juga diwarnai aksi lepas portofolio oleh pemodal internasional. Pada perdagangan Jumat (29/5), investor asing membukukan nilai jual bersih (net sell) yang cukup besar, yakni senilai Rp8,519 triliun.
Akumulasi aksi jual bersih investor asing sepanjang tahun berjalan di 2026 kini telah menembus angka Rp53,971 triliun.
Di luar dinamika pergerakan angka indeks, otoritas bursa terus bergerak maju memperkuat fundamental pasar. Pada Selasa (26/5/2026), BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sukses menggelar forum Strategic Leadership Dialogue di Main Hall BEI.
Mengusung tema “Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) dalam Membangun Kepercayaan Pasar Modal Indonesia”, agenda ini difokuskan untuk menyelaraskan laporan perusahaan tercatat dengan acuan global, yakni IFRS S1 dan S2. Implementasi ini dinilai krusial untuk meningkatkan transparansi informasi dan mendongkrak daya saing emiten dalam negeri di mata global.
Dalam dialog tersebut, para pemangku kepentingan menggarisbawahi peran vital jajaran direksi untuk mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam peta jalan bisnis serta manajemen risiko korporasi. Guna mempermudah transisi teknologi ini, BEI berkomitmen memperkuat infrastruktur pelaporan digital melalui pemanfaatan sistem SPE-IDXnet serta penyediaan pusat data terpadu di situs IDX Sustainability.
(Febrina Ratna Iskana)





