KAB. BADUNG, KOMPAS.TV - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melihat pelemahan nilai tukar rupiah sebagai peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini mengatakan, melemahnya rupiah membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi lebih murah bagi turis asing.
“Ini peluang, selalu tidak pernah kita tolak selalu ada tantangan pasti ada peluangnya, peluang pelemahan rupiah ini kita garap,” kata Ayu Marthini di sela ajang Bali & Beyond Travel Fair 2026 di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (29/5/2026).
Sebagai informasi, Bl berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (29/5) berada di level Rp17.883 per dolar AS.
Pelemahan juga terjadi di pasar offshore selama libur domestik pada 27–28 Mei 2026.
Baca Juga: Rupiah Nyaris Tembus 18 Ribu! DPR Desak BI Gerak Cepat Gerak Cepat Selamatkan Ekonomi
Menurut Ayu, kondisi tersebut membuat wisatawan asing mendapatkan nilai tukar yang lebih menguntungkan saat berlibur ke Indonesia.
“Kalau kami melihat dari kacamata konsumen atau wisatawan terutama mancanegara ya, tentu dengan pelemahan rupiah buat mereka ini nilai terbaik untuk uang,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Ia menyampaikan, dampak positif pelemahan rupiah mulai terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan asal Malaysia yang mata uangnya relatif lebih kuat dibanding rupiah.
“Terbukti sekarang kita lihat negara tetangga, Malaysia, kan cukup kuat mata uangnya, ketika kita melemah itu value mereka untuk ke sini malah berlipat-lipat, lebih banyak, lebih tinggi, itu menjadi daya tarik,” terangnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- pelemahan rupiah
- kementerian pariwisata
- turis asing
- wisatawan asing
- pariwisata





