Ini Sistem Pertahanan Canggih Terbaru Iran yang Jatuhkan Drone MQ-9 Reaper AS

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Iran mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan sistem pertahanan udara baru untuk menembak jatuh pesawat nirawak Amerika Serikat jenis MQ-9 Reaper di dekat Selat Hormuz pada awal pekan ini.

Klaim tersebut kembali menyoroti kemampuan pertahanan Iran yang disebut masih bertahan meskipun selama berbulan-bulan menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap berbagai instalasi militernya.

Baca Juga
  • Pakar Militer Bicara Kejeniusan Taktik Perang Hizbullah yang Bendung Pergerakan Militer Israel
  • Media Sebut Trump Kalah Perang Lawan Iran, Sementara Publik AS Saling Ribut Sendiri
  • Surat Terakhir Sang Hantu yang Dibunuh Israel Singgung Kekecewaan Tapi tak akan Pernah Putus Asa

Media-media Iran melaporkan bahwa sebuah pesawat nirawak jatuh di dekat Pulau Qeshm, yang terletak di selatan Iran.

Mereka menyebut operasi pencegatan itu sebagai penggunaan tempur pertama dari sistem pertahanan udara buatan dalam negeri yang dinamakan Arash-e Kamangir.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pengumuman tersebut muncul setelah beredar laporan mengenai serangan baru Amerika Serikat terhadap sebuah lokasi militer di dekat Kota Bandar Abbas, meskipun pembicaraan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara terus berlangsung.

Klaim Iran ini juga memunculkan pertanyaan mengenai seberapa besar kemampuan pertahanan udara yang masih dimiliki Teheran setelah jaringan pertahanannya mengalami kerusakan akibat serangan intensif selama tiga bulan terakhir.

Selain itu, muncul pula pertanyaan apakah Iran masih mampu bertahan menghadapi gelombang serangan baru dari Amerika Serikat dan Israel jika upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan gagal mencapai hasil.

Apa isi pengumuman Iran?

Kantor berita semi-resmi Fars, dikutip Aljazeera, Sabtu (29/5/2026), melaporkan bahwa Iran menggunakan sistem Arash-e Kamangir untuk mencegat sebuah drone pengintai musuh yang terbang di atas Selat Hormuz.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Petrofin Berkurban, Salurkan 7.290 Paket Daging Kurban di Seluruh Indonesia, Kedepankan Prinsip Product Life Cycle
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Senggol Maia Estianty Lagi, Ahmad Dhani Bangga Wariskan Selera Kelas A Ini ke Al, El, Dul!
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Debt Collector Mulai Ditinggal, Sudah Ada Penggantinya
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gelombang Panas Paris, Warga Serbu Canal Saint-Martin
• 15 jam laludetik.com
thumb
Bank Indonesia Buka Suara soal Rupiah Sempat Tembus Rp 17.893 per Dolar AS
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.