Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali memperkuat kesiapan calon aparatur sipil negara (ASN) dengan menyelenggarakan kuliah umum bagi ribuan Praja Utama calon wisudawan tahun 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis IPDN dalam mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas dan siap menghadapi dinamika politik serta ketahanan nasional.
Acara yang berlangsung di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ini mengusung tema 'Kepemimpinan Strategis dalam Menghadapi Dinamika Politik dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045'. Kegiatan dihadiri langsung Rektor IPDN Halilul Khairi, dan jajaran civitas akademika IPDN serta diikuti oleh ribuan praja utama IPDN.
Kuliah umum ini menghadirkan dua tokoh penting nasional, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai narasumber utama, serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian sebagai pembukaan rangkaian acara.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian berharap agar lulusan IPDN mampu menjadi agen perubahan bagi pemerintahan di Indonesia. Ia mendorong IPDN untuk bertransformasi menjadi center of excellence yang tidak hanya mendidik praja, tetapi juga menjadi tempat pelatihan bagi kepala desa hingga anggota DPRD.
"IPDN tidak hanya mendidik, tapi juga menjadi tempat pelatihan kursus-kursus singkat. Ini bisa menambah PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak). Termasuk kepala desa juga dilatih secara bergelombang dan kita kembangkan untuk melatih anggota DPRD yang jumlahnya mencapai 17.000 orang," ujar Tito Karnavian yang dikutip Metro Pagi Primetime pada Sabtu 30 Mei 2026.
Baca juga: Mulai Juni 2026, Gaji ASN di Aceh Barat Dipotong Rp200 Ribu untuk Tabungan Kurban
Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago memberikan pembekalan mendalam mengenai kondisi geopolitik dunia dan dampaknya. Dinamika kawasan di Asia Pasifik juga menjadi tantangan yang harus dipahami oleh para praja.
Menko Polkam menekankan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kepada para praja, Jamari mengingatkan bahwa sebagai pamong praja, mereka adalah ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Kalianlah yang pertama kontak dengan masyarakat. Kalian harus punya kemampuan menyerap apa yang diinginkan oleh bangsa dan masyarakat ini. Jika daya serap kalian lemah, kalian tidak akan bisa berbuat apa-apa di wilayah tanggung jawab kalian," tegas Djamari Chaniago. Penghargaan Kartika Astha Brata Utama Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pengabdiannya, acara ini ditutup dengan prosesi penganugerahan Kartika Astha Brata Utama dan penyematan Pin Alumni Kehormatan Pendidikan Kepamongprajaan kepada Menko Polkam oleh Rektor IPDN, Halilul Khairi, dengan disaksikan langsung oleh Mendagri.
Rangkaian kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan Tarian Bagurau asal Bukittinggi, Sumatra Barat, yang ditarikan oleh para Praja IPDN sebagai simbol semangat pengabdian di tengah masyarakat. Dengan pembekalan ini, IPDN optimistis para lulusannya siap mengawal transisi kepemimpinan dan menjaga ketahanan nasional di masa depan.




