Situasi Makin Berbahaya! Rusia Rangkul Taliban, Sementara Drone Rusia Hantam Wilayah NATO

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. 29 Mei 2026 menjadi hari yang sarat perkembangan penting dalam dinamika geopolitik Eurasia. Di satu sisi, Rusia mengambil langkah strategis dengan mempererat hubungan militernya dengan pemerintahan Taliban di Afghanistan. Di sisi lain, perang Rusia-Ukraina memasuki fase baru yang ditandai meningkatnya penggunaan drone, serangan presisi jarak jauh, serta munculnya insiden yang berpotensi menyeret NATO lebih jauh ke dalam konflik.

Perkembangan-perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu kini tidak hanya berdampak pada Ukraina dan Rusia, tetapi juga mulai memengaruhi stabilitas kawasan Asia Tengah hingga Eropa Timur.

Rusia dan Taliban Resmi Jalin Kerja Sama Teknologi Militer

Dalam langkah yang menarik perhatian dunia internasional, Rusia dan pemerintahan Taliban di Afghanistan baru-baru ini menandatangani perjanjian kerja sama teknologi militer.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia, Sergei Shoigu, melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Pertahanan Afghanistan dari pemerintahan Taliban, Mohammad Yaqoob, yang merupakan putra mendiang pendiri Taliban, Mullah Omar.

Hingga 29 Mei 2026, kedua pihak belum mengumumkan secara resmi rincian isi perjanjian tersebut. Namun para pengamat militer menilai istilah “kerja sama teknologi militer” biasanya mencakup berbagai bentuk kolaborasi strategis, antara lain:

Bila kerja sama tersebut benar-benar mencakup aspek-aspek di atas, maka Taliban berpotensi memperoleh akses resmi terhadap berbagai teknologi dan sistem persenjataan Rusia yang selama ini sulit mereka dapatkan.

Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya Moskow memperluas jaringan kemitraan internasional di tengah tekanan politik dan ekonomi yang masih dihadapi akibat konflik Ukraina.

Selain itu, Rusia tampaknya berusaha membangun pengaruh baru di kawasan Asia Tengah dan Asia Selatan, wilayah yang memiliki posisi strategis karena berbatasan dengan berbagai negara penting seperti Pakistan, Iran, Tiongkok, serta negara-negara bekas Uni Soviet.

Sejumlah analis menilai kerja sama tersebut dapat menjadi pijakan baru bagi Rusia untuk mempertahankan pengaruh geopolitiknya di kawasan yang selama beberapa dekade menjadi arena persaingan kekuatan besar dunia.

Komandan Elite Ukraina: Rusia Mendekati Titik Kelelahan

Sementara Rusia memperluas hubungan militernya di luar negeri, situasi di medan perang Ukraina justru menghadirkan tantangan besar bagi Moskow.

Dalam wawancara yang dipublikasikan oleh Reuters pada akhir Mei 2026, Komandan Korps Ketiga Ukraina, Andriy Biletsky, menyatakan bahwa militer Rusia saat ini sedang menghadapi tekanan yang semakin berat.

Menurut Biletsky, enam bulan ke depan dapat menjadi periode yang sangat menentukan bagi arah perang secara keseluruhan.

Ia menilai masalah utama Rusia bukan lagi kekurangan rudal, tank, atau amunisi, melainkan semakin terbatasnya sumber daya manusia yang siap bertempur.

Menurut penilaiannya, sejumlah indikator menunjukkan penurunan kapasitas tempur Rusia, di antaranya:

Biletsky bahkan menyatakan bahwa Rusia saat ini dinilai semakin sulit melakukan operasi ofensif besar-besaran seperti yang pernah terjadi pada tahap awal invasi tahun 2022.

Meski demikian, Rusia hingga kini masih mempertahankan kemampuan meluncurkan serangan rudal dan drone dalam jumlah besar terhadap berbagai target di Ukraina.

HIMARS Resmi Perkuat Korps Reaksi Cepat Ketujuh Ukraina

Di tengah upaya mempertahankan momentum di medan perang, Ukraina juga terus meningkatkan kemampuan serangan presisinya.

Perhatian khusus tertuju pada bergabungnya sistem roket M142 HIMARS ke dalam Korps Reaksi Cepat Ketujuh Ukraina, yang saat ini dianggap sebagai salah satu formasi paling elit dalam angkatan bersenjata negara tersebut.

Tidak lama setelah menerima sistem HIMARS, unit tersebut langsung diterjunkan dalam operasi tempur.

Laporan dari medan perang menyebutkan bahwa misi perdana korps tersebut berhasil menghancurkan sejumlah posisi artileri Rusia yang sebelumnya aktif menyerang garis pertahanan Ukraina.

Keberhasilan ini memperlihatkan semakin pentingnya peran HIMARS dalam strategi perang Ukraina.

Sistem buatan Amerika Serikat tersebut dikenal memiliki beberapa keunggulan utama:

Penggunaan HIMARS juga memungkinkan Ukraina mengurangi risiko bagi pasukan garis depan dengan menghancurkan sasaran penting dari jarak aman.

Drone Ukraina Terus Mengubah Pola Perang

Perang Rusia-Ukraina kini semakin memasuki era peperangan berbasis teknologi dan sistem tanpa awak.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina secara konsisten meningkatkan penggunaan drone untuk menyerang sasaran-sasaran strategis di wilayah belakang Rusia.

Target yang menjadi fokus serangan meliputi:

Strategi ini bertujuan mengganggu kemampuan Rusia mempertahankan operasi tempur dalam jangka panjang.

Selain itu, laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa pembatasan akses terhadap sejumlah layanan komunikasi satelit yang sebelumnya dimanfaatkan oleh pihak Rusia telah menyebabkan gangguan koordinasi di beberapa sektor medan perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyatakan bahwa sepanjang tahun 2026, pasukan Ukraina telah berhasil merebut kembali hampir 600 kilometer persegi wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali Rusia.

Meskipun angka tersebut masih menunggu verifikasi independen, sejumlah pengamat mengakui bahwa terdapat perubahan dinamika di beberapa sektor garis depan.

Lembaga pemikir militer Amerika, Institute for the Study of War, bahkan menilai Ukraina kemungkinan sedang mempersiapkan tahap berikutnya dari operasi serangan balasan yang lebih besar dan lebih terkoordinasi.

Drone Rusia Masuk Wilayah NATO, Rumania Tingkatkan Kewaspadaan

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap Rusia, sebuah insiden yang lebih sensitif justru terjadi di wilayah NATO.

Menurut sejumlah laporan yang muncul pada 29 Mei 2026, sebuah drone serang satu arah yang diduga berasal dari Rusia dilaporkan memasuki wilayah Romania.

Insiden tersebut terjadi di sekitar Kota Galați, dekat perbatasan dengan Ukraina.

Drone tersebut dilaporkan menghantam sebuah bangunan tempat tinggal bergerak dan menyebabkan sejumlah warga sipil mengalami luka-luka. Beberapa korban disebut mengalami cedera serius.

Peristiwa ini langsung memicu perhatian karena terjadi di wilayah negara anggota NATO.

Berbeda dengan Ukraina yang bukan anggota aliansi tersebut, Rumania merupakan bagian dari NATO dan dilindungi oleh prinsip pertahanan kolektif yang tercantum dalam Pasal 5 Piagam NATO.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah insiden tersebut merupakan kesalahan navigasi, kegagalan teknis, atau tindakan yang disengaja.

Namun sejumlah analis keamanan menilai bahwa apabila nantinya ditemukan bukti bahwa serangan tersebut dilakukan secara sengaja terhadap wilayah Rumania, maka insiden ini dapat menjadi salah satu eskalasi paling sensitif sejak perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari 2022.

Perkembangan tersebut juga meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik yang selama ini berpusat di Ukraina berpotensi meluas dan menimbulkan ketegangan langsung antara Rusia dan negara-negara anggota NATO.

Kesimpulan

Perkembangan pada akhir Mei 2026 memperlihatkan bahwa perang Rusia-Ukraina terus memasuki fase yang semakin kompleks. Rusia berupaya memperluas jaringan kemitraan militernya melalui kerja sama dengan Taliban, sementara Ukraina terus meningkatkan kemampuan serangan presisi dan operasi drone jarak jauh.

Di saat yang sama, insiden masuknya drone Rusia ke wilayah Rumania menambah dimensi baru dalam konflik ini. Jika ketegangan terus meningkat, maka perang yang selama ini terkonsentrasi di Ukraina berpotensi menciptakan dampak keamanan yang jauh lebih luas bagi Eropa dan kawasan internasional. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hubungan Sempat Tegang, Aldi Taher Akhirnya Minta Maaf ke Dewi Perssik Soal Konten Anak, Buru-buru Sodorkan Bukti Chat Ini
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Kemendikdasmen Tambah Mata Pelajaran TKA SMK/MAK Jadi 69 Pilihan
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
MenPANRB sebut RI gabung kampanye 50-in-5 perkuat layanan digital
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Pembangunan Rumah Pompa Kampung Sawah Dikebut untuk Kendalikan Banjir
• 7 jam laludetik.com
thumb
Populer: Wacana Wajah Trump di Pecahan USD 250; Rupiah Tembus Rp 17.893/USD
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.