Gunung Marapi Erupsi Setinggi 2 Kilometer

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

PADANG, KOMPAS — Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali erupsi, Sabtu (30/5/2026) pagi. Ketinggian kolom abu mencapai dua kilometer di atas puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi melaporkan, erupsi Marapi terjadi pukul 08.42. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut.

“Ketinggian kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut,” kata petugas Pos PGA Marapi, Asep Antoni, dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Asep menyebut, erupsi pada gunung yang berstatus Level II atau Waspada ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm. Durasi sementara sekitar 1 menit 25 detik. “Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” ujarnya.

M Nur Bagindo (65), warga Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Agam, mengatakan, abu vulkanik membumbung tinggi saat erupsi Sabtu pagi. Namun, abu vulkanik tidak sampai ke pemukiman.

“Bagi masyarakat di kaki Gunung Marapi, erupsi kali masih dianggap biasa saja,” kata Nur yang saat erupsi sedang bertani di kebunnya.

Baca JugaMarapi Erupsi Lagi, Kolom Abu Menjulang 1,6 Km

Sementara itu, Ismail Damar, Ketua Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua, Agam, mengatakan, ia sedang berada di Nagari Sungai Pua saat kejadian. Terdengar dentuman saat erupsi meski tidak sekeras saat erupsi pada 23 Agustus 2025.

“Alhamdulillah, wilayah Sungai Pua dan sekitarnya tidak ada terdampak,” kata Ismail. “Abu vulkanik diperkirakan mengarah ke Tanah Datar.”

Secara terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar Purwanto mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan dampak signifikan dari erupsi tersebut.

“(Erupsi) tidak begitu besar dan pengaruhnya ke Tanah Datar tidak signifikan,” kata Purwanto. 

Baca JugaBelajar Waspada dari Kasus Erupsi Marapi

Meski demikian, BPBD Tanah Datar tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada terkait risiko bahaya yang muncul dari erupsi Gunung Marapi, mulai dari abu vulkanik, banjir lahar, hingga galodo atau banjir bandang, dan lainnya. 

Terkait erupsi Sabtu pagi, PGA Marapi mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung, wisatawan, atau pendaki tidak boleh beraktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek Gunung Marapi.

”Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,” kata Asep.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat dimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan akut atau ISPA serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Dari catatan PGA Marapi, erupsi pada Sabtu pagi merupakan yang keenam sepanjang Mei 2026 dan paling besar dari segi ketinggian kolom abu. Pada erupsi sebelumnya, kebanyakan kolom abu tidak teramati yaitu pada 5, 6, 12, dan 13 Mei. Pada erupsi 16 Mei, ketinggian kolom abu sekitar 500 meter.

Adapun erupsi terbesar pada 2026 terjadi pada 5 Februari malam. Erupsi mengeluarkan abu vulkanik setinggi 3 km di atas puncak atau 5.891 meter di atas permukaan laut. Sejumlah lokasi di Batusangkar, ibu kota Tanah Datar, diselimuti abu vulkanik dari erupsi itu.

Letusan pada 5 Februari 2026 merupakan yang terbesar dari segi ketinggian kolom abu dalam tiga tahun terakhir. Letusan dengan kolom abu setinggi 3 km sebelumnya terjadi pada 3 Desember 2023. Saat itu, 24 pendaki meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. 

Selain letusan, pernah juga terjadi galodo atau banjir bandang di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Marapi pada 11 Mei 2024. Total korban tewas dalam bencana ini sebanyak 63 orang dan 10 orang lainnya hilang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DSI Bisa Tutup Kebocoran Ekspor, Transparansi Jadi Syarat Utama
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
WN Korea Selatan Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Pelaku Ditangkap
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Polisi gerebek toko obat ilegal berkedok warung sembako di Jagakarsa
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
6 WNI Relawan yang Ditangkap di Israel Kembali Dipulangkan, 1 WNI Masih Berada di Istanbul
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Tips Hilangkan Bau Prengus Daging Kambing, Masakan Lebih Lezat dan Menggugah Selera
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.