Ahmad Mursidi, Kini Staf Ahli Usai Kasus Tabrakan dengan Selang Oksigen di Hidung

liputan6.com
16 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Langkah Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, merotasi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menuai sorotan tajam. Pasalnya, salah satu pejabat yang dilantik, Ahmad Mursidi (58), kini tengah menyandang status tersangka dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang siswa Sekolah Dasar (SD).

Ahmad Mursidi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang. Ia kini resmi menempati jabatan baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada Selasa (26/5/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Tersangka Kasus Kecelakaan Maut di Pandeglang Dilantik Jadi Staf Ahli Bupati

Keputusan tersebut memicu kontroversi lantaran dilakukan di tengah proses hukum yang masih berjalan di Kepolisian Resor (Polres) Pandeglang. Satlantas Polres Pandeglang sebelumnya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Pandeglang terkait kecelakaan maut yang terjadi pada 30 April 2026 sekitar pukul 09.30 WIB.

Peristiwa yang menjerat Ahmad Mursidi terjadi di Jalan Raya Pandeglang–Labuan. Saat kejadian, ia mengemudikan mobil seorang diri dengan selang oksigen menempel di hidung, mengenakan kaos dan celana pendek, dan menabrak kerumunan anak sekolah dasar.

Dalam insiden tersebut, total sembilan orang menjadi korban. Satu di antaranya meninggal dunia, yakni siswa kelas 4 SDN 5 Sukaratu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sementara itu, korban lainnya terdiri dari tujuh pelajar kelas 4 hingga kelas 6, serta dua orang dewasa yang masing-masing berprofesi sebagai pedagang dan seorang sales.

Adapun dalam sambutannya saat pelantikan, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menegaskan bahwa rotasi pejabat dilakukan untuk mempercepat ritme kerja pemerintahan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kami membutuhkan pejabat yang mampu berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan bergerak lebih kompak. Tantangan ke depan membutuhkan inovasi dan kreativitas,” ujar Dewi Setiani dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Ia juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik terus berinovasi dan bekerja cepat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Pandeglang.

“Kalau ada cara baru yang lebih cepat, lebih baik, lebih tertib, dan sesuai regulasi, lakukan. Jangan terjebak dalam rutinitas kerja,” jelasnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tinjau Lokasi BSPS di Kota Kendari, Mendagri Tegaskan Kehadiran Nyata Pemerintah
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Fase Armuzna Haji 1447 H Selesai, Seluruh Jamaah Indonesia Tinggalkan Mina
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Jerry Yan Kenang Barbie Hsu Lewat Kalung Ikonik Shan Cai di Konser F✦FOREVER
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pegadaian Peduli Pendidikan, Salurkan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa SD Inpres Kajenjeng Makassar
• 16 jam laluterkini.id
thumb
Rano Karno Sorot Peran Warga Laporkan Kerusakan Jalan Usai Muncul Sinkhole di Lenteng Agung
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.