Setahun Beroperasi, Layanan RSUP Jayapura Terus Ditingkatkan

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAYAPURA, KOMPAS - Sudah hampir setahun Rumah Sakit Umum Pusat atau RSUP Jayapura di Kota Jayapura, Papua, beroperasi. Sejumlah layanan dan fasilitas kesehatan telah dijalankan secara berkala di rumah sakit yang menjadi rujukan Papua dan sejumlah negara pasifik ini.

Rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini telah beroperasi secara bertahap sejak Juni 2025. Sejak awal, kehadiran rumah sakit ini bisa menjadi jawaban untuk pemerataan layanan kesehatan di Papua.

Kehadiran rumah sakit ini pun diharapkan dapat mengatasi persoalan pelayanan dasar di Papua, baik di pedalaman hingga wilayah perkotaan.

Baca JugaRS Kemenkes di Jayapura Segera Beroperasi, Bakal Jadi Rujukan untuk Papua dan Negara Pasifik

“Belum pernah ke sana. Karena sementara, kalau ada keluarga sakit pergi yang paling dekat saja, ke rumah sakit di Sentani,” kata Merince (34) warga Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (30/5/2026).

Di sisi lain, Marince berharap, RSUP Jayapura bisa menjadi jawaban keterbatasan pelayanan kesehatan di Papua. Apalagi, hari-hari ini masyarakat Papua masih saja terabaikan di fasilitas kesehatan, baik karena alasan keterbatasan sarana dan prasarana hingga layanan asuransi kesehatan.

“Belum tahu juga apakah (pasien peserta program jaminan kesehatan nasional) BPJS (Kesehatan) sudah bisa berobat ke sana atau belum,” ucapnya.

Direktur Utama RSUP Jayapura Petronella Marcia Risamasu mengatakan, sebagai rumah sakit baru, RSUP Jayapura memang perlu waktu untuk memberikan edukasi pelayanan kepada warga. Ia meyakini masih banyak warga yang belum teredukasi terkait pelayanan di RSUP Jayapura ini.

“Kami telah mulai melayani, tetapi memang masih banyak masyarakat yang belum terinformasi dengan baik terkait layanan kami. Maka kami butuh berkolaborasi berbagai pihak, termasuk media,” ujar Petronella saat pertemuan dengan media di Jayapura, Jumat (29/5/2026).

Baca JugaIrene dan Janinnya Meninggal Tertolak di Pintu RS, Potret Buram Layanan Kesehatan di Tanah Otsus 

Petronela menyampaikan, sejak pertengahan 2025, RSUP Jayapura secara bertahap memaksimalkan pelayanannya. Rumah sakit ini bisa menjadi rujukan bagi warga di Papua serta pasien dari sejumlah negara pasifik, seperti Papua Niugini, Fiji, Vanuatu, hingga Kepulauan Solomon.

Sebagai rumah sakit rujukan, RSUP Jayapura memiliki sejumlah prioritas pelayanan untuk sejumlah penyakit, seperti kanker, jantung, stroke, dan urologi (KJSU) serta kesehatan ibu dan anak (KIA). Selain itu, rumah sakit ini juga memperkuat layanan di bidang mata dan penyakit infeksi seperti tuberkulosis, HIV/AIDS dan malaria.

Fasilitas kesehatan yang tersedia, yakni mulai instalasi rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), hingga ruang operasi. Selain itu, ada fasilitas diagnostik dan terapi seperti CT Scan, MRI, mamografi, USG, laboratorium modern, dan catheterization laboratory (cath lab).

Kami saat ini masih berstatus rumah sakit tipe B dan tentu arahnya kami akan ke A. Namun, kami tidak mau muluk-muluk, kami mulai saja dulu, buka dan maksimalkan layanan dulu.

Rumah sakit ini merupakan rumah sakit tipe B dengan 203 kamar. Selain kamar inap standar, ada kamar untuk kategori very important person (VIP), very very important person (VVIP), hingga president suite.

“Kami saat ini masih berstatus rumah sakit tipe B dan tentu arahnya kami akan ke A. Namun, kami tidak mau muluk-muluk, kami mulai saja dulu, buka dan maksimalkan layanan dulu,” kata Petronella.

Baca JugaPengecekan Kesehatan Gratis di Papua, Termasuk Sasar Penyakit Endemik
Bertahap

Sejak 11 Juni 2026, rumah sakit ini memberikan pelayanan rawat jalan untuk pasien umum. Berbagai fasilitas instalasi rawat dan fasilitas diagnostik telah berjalan.

Akan tetapi, masih ada sebagian yang akan dijalankan secara bertahap karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Pada triwulan II-2026, sejumlah layanan cath lab akan siap berjalan, seperti bedah saraf, kardiologi intervensi, serta radiologi intervensi.

“Selain itu, poliklinik kulit kelamin belum siap, tetapi ini akan segera beroperasi. Saat ini kami sedang melengkapi SDM dan fasilitas pendukungnya,” kata Petronella.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Medik RSUP Jayapura Rony Sinaga mengatakan, layanan kesehatan menyeluruh terus diupayakan. Peningkatan pelayanan juga dimaksimalkan kepada pasien pengguna BPJS Kesehatan.

“Sejak Februari 2026, kami bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Saat ini kami telah membuka pelayanan rawat jalan, rawat inap, operasi, melahirkan, dan ICU sudah bisa melalui BPJS,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rony, RSUP Jayapura akan segera mengoperasikan klinik psikiatri dan beda saraf.

Baca JugaKesehatan Jiwa Remaja

Di sisi lain, kata Rony, untuk pelayanan melalui BPJS, masyarakat harus mengetahui tahapannya. Pasien harus melalui rujukan berjenjang, mulai dari fasilitas kesehatan pertama di puskesmas atau klinik kemudian berlanjut ke rumah sakit di daerah.

“Kemudian, setelah itu, baru ke RSUP Jayapura sebagai rujukan rumah sakit tipe B. Kami juga akan melayani rawat inap, jika memenuhi kriteria emergency,” kata Rony.

Saat dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Papua Berri Wopari mengatakan, kehadiran RSUP Jayapura menambah kekuatan pelayanan kesehatan di Papua. Hingga hari ini, persoalan penyakit masih dihadapi, baik di pelosok hingga di wilayah perkotaan.

Berri menyampaikan, fasilitas kesehatan terbaik seperti RSUP Jayapura ini diharapkan semakin membantu daerah mengatasi berbagai persoalan yang ada. Hingga saat ini, Papua masih berjuang untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti HIV/AIDS, TBC, malaria, hingga kusta.

Namun, lanjut Berri, perlu sejumlah penguatan bersama agar pelayanan kesehatan bisa dilakukan dengan cepat dan terpadu. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak RSUP Jayapura terus dilakukan.

“Misalnya, terkait rekam medik pasien. Ada pasien rujukan dari daerah datang ke RSUP Jayapura tidak dengan rekam medik. Ini menjadi kendala ketika berada di RSUP Jayapura. Hal ini yang kami terus dorong, agar puskesmas dan rumah sakit di daerah untuk meningkatkan pencatatan rekam medik elektronik,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bali Media Telekomunikasi Umumkan Rencana Perubahan Pengendali Saham
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Buru Pemilik New Zone Medan sekaligus Diduga Bandar Narkoba
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Bunga Bangkai Bermekaran di Pekarangan Warga Jambi
• 5 jam laludetik.com
thumb
Final Liga Champions 2026: Berstatus Juara Bertahan, Luis Enrique Minta Skuad PSG Tetap Waspadai Arsenal
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Libur Sekolah, Taman Edukasi Lalu Lintas Bandung Jadi Destinasi Favorit Keluarga
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.