Grid.ID – Kehidupan selebriti seringkali identik dengan kemewahan, tas desainer harga ratusan juta, hingga pakaian dari rumah mode ternama dunia. Namun, hal ini rupanya tidak berlaku bagi aktris senior Diah Permatasari.
Meski kerap tampil modis dan elegan, wanita yang dikenal lewat peran ikoniknya di Si Manis Jembatan Ancol ini secara terang-terangan mengaku lebih memilih produk lokal daripada barang bermerek atau branded.
Diah bersama putranya bungsunya, Marco, mengungkapkan bahwa dalam urusan penampilan, ia tidak pernah mematok harus menggunakan barang mewah.
"Enggak, kami tim lokal," ujar Diah di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (30/5/2026).
Pernyataan ini pun didukung oleh sang putra, Marco. Pemuda yang baru saja menyelesaikan studinya di University of Southern California (USC), Amerika Serikat ini mengaku mewarisi prinsip sang mama dalam berpakaian.
"Oh enggak harus branded sih, yang penting nyaman dan pas di badan (fitting-nya oke)," tambah Marco.
Tolak Label Sosialita
Diah Permatasari seringkali terlihat berkumpul dengan rekan-rekan kelas atas, sehingga banyak orang melabelinya sebagai "sosialita". Namun, dengan tegas Diah menepis anggapan tersebut. Ia lebih memilih disebut sebagai seorang pekerja seni.
"Eh, aku tidak mau dibilang sosialita. Teman-teman aku banyak yang sosialita tapi aku bukan. Aku pekerja seni. Aku tetap mau pakai baju murah-murah, yang penting nyaman," jelasnya.
Bahkan, ia tidak gengsi untuk berbelanja di tempat-tempat yang jauh dari kesan mewah. Diah mengaku tidak keberatan belanja di pasar tradisional jika menemukan barang yang bagus dan sesuai dengan seleranya.
"Bukan tidak pernah ke Tanah Abang, tapi di sana macetnya luar biasa. Tapi kalau ke pasar-pasar sering, kalau ada yang murah meriah dan bagus, why not?" ungkapnya.
Anti Pakai Daster di Rumah
Meski menyukai baju murah dan produk lokal, Diah tetap punya prinsip dalam menjaga estetika penampilannya, terutama di depan suami. Salah satu "aturan" uniknya adalah pantang menggunakan daster saat berada di rumah.
Diah lebih memilih setelan piyama atau celana pendek yang tetap membuatnya terlihat segar dan cantik, meski pakaian tersebut tidak harus bermerek mahal.
"Suamiku tidak suka (daster). Jadi kita harus tetap cantik dan seksi di depan suami," ungkapnya. (*)
Artikel Asli



