BEKASI, DISWAY.ID-- Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal mengungkap motif dibalik pembunuhan seorang balita berinisial A di kediamannya yang terletak di kawasan Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Andi memaparkan bahwa sang paman yang berinisial G tega merenggut nyawa keponakannya sendiri menggunakan pisau dapur.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Compact EV, Chery Q Bakal Jadi Andalan Mobilitas Keluarga Muda
Saat itu, pelaku kesal dengan perbuatan dari korban dengan mengusik G yang tengah asik bermain game online. Dari situlah tersangka gelap mata sampai tega menusuk ke arah kepala korban.
"Bahwasannya ketika dia (pelaku) bermain game, sang korban balita naik ke punggungnya, yang mengganggu dia sedang bermain game. Kemudian tersangka emisi dan langsung ke dapur mengambil pisau dan langsung menancapkan pertama itu di kepala korban," ungkap Andi di Bekasi pada Jumat, 29 Mei 2026.
Tidak sampai situ, pelaku pun tega menusukan pisau ke arah wajah dan badan korban hingga puluhan tusukan.
BACA JUGA:Jemaah Haji Nafar Tsani Bergerak ke Makkah, Target Jam 16.00 WAS Keluar Mina
Kepastian tersebut didapatkan Andi ketika melakukan visum terhadap korban di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
"Kemudian dilanjutkan ke badan dan hasil visum juga yang kami dapatkan dari RS Polri itu khusus di wajah saja ada 20 tusukan, kemudian di badan ada 12. Jadi total kurang lebih 32 tusukan di seluruh tubuh korban," papar dia.
Kini Polres Metro Bekasi Kota telah menetapkan G sebagai tersangka insiden berdarah atas meninggalnya balita di rumahnya sendiri.
BACA JUGA:Anthony Gordon Gabung Barcelona hingga 2031, Langsung Masuk Jajaran Pemain Bergaji Tertinggi Kedua
Penetapan tersebut dilakukan pihak berwajib setelah pelaku siuman usai berupaya mengakhiri hidupnya selepas membunuh balita itu.
Namun, percobaan itu gagal dan tersangka harus menjalani sejumlah penyelidikan agar mengetahui motif di balik insiden maut ini.
"Setelah pelaku siuman, kami lakukan pemeriksaan. Sehingga kita menetapkan tersangka atas nama berinisial G," kata dia.
BACA JUGA:Wamenhaj: Jangan Jadikan Jemaah Haji sebagai Komoditas, KBIHU Bermasalah Bisa Dicabut Izinnya
- 1
- 2
- »





