Grid.ID - Pedangdut Inul Daratista membongkar identitas beberapa pemilik akun yang diduga telah menyebarkan berita hoaks tentang total harta kekayaannya yang disebut mencapai Rp300 miliar. Ia bahkan mengancam akan lapor polisi.Tindakan tersebut rupanya membuat sejumlah pemilik akun ketakutan. Mereka pun mengirim pesan permohonan maaf kepada Inul.Salah satu akun mengaku sudah menghapus unggahan yang dianggap bermasalah. Ia juga meminta Inul menghapus unggahan tentang dirinya di Facebook."Saya sudah hapus kak, kalau boleh saya minta tolong hapus postingan kakak di Facebook mengenai saya dihapus," tulis pelaku dalam pesan yang diunggah Inul melalui Instagram Story, Sabtu (30/5/2026).Pelaku mengaku hanya mengunggah ulang konten yang ia temukan di media sosial dan tidak menyangka tindakannya akan berujung masalah."Saya kan hanya re-upload konten orang kak, saya hanya mengupload ulang konten orang yang lewat di beranda saya," lanjutnya.Ia juga mempertanyakan mengapa hanya akun miliknya yang dibagikan oleh Inul. Dalam pesannya, ia kembali meminta maaf atas perbuatannya."Banyak yang upload posting itu, jadi kenapa cuma saya yang kakak viralkan. Maaf banget kak," tambahnya.Dalam pesan berikutnya, akun lainnya mengakui kesalahannya karena tidak berpikir panjang sebelum ikut menyebarkan konten tersebut. Ia berharap Inul bersedia memaafkannya."Saya mengakui kesalahan saya karena saya tidak berpikir panjang, hanya ikut-ikutan mengupload posting mengenai kakak," tulisnya."Saya memohon maaf dari hati yang paling dalam, semoga kakak berkenan untuk memaafkan saya," tutup pelaku.
Menanggapi hal itu, Inul tetap menunjukkan sikap tegas. Ia mengungkapkan bahwa timnya masih terus mencari akun-akun lain yang diduga menyebarkan hoaks serupa."Dah 1 ya, ini tim aku lagi uber yang lain," tulis Inul.Sebelumnya, Inul mengungkapkan rasa kesalnya karena namanya dicantumkan dalam sebuah konten di Instagram yang membahas total kekayaan sejumlah artis Indonesia.Istri Adam Suseno itu merasa keberatan karena harta kekayaannya disebut mencapai Rp 300 miliar. Ia menyebut informasi tersebut dinilai tidak memiliki dasar yang jelas.
Artikel Asli




