AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa

matamata.com
13 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan telah menyita aset mata uang kripto milik Iran senilai hingga 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,8 triliun. Selain itu, Washington kini tengah berkoordinasi dengan sekutu di Eropa untuk merebut aset-aset lain yang terkait dengan Teheran.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengonfirmasi tindakan tegas tersebut pada Jumat (29/5). Ia mengibaratkan operasi senyap ini seperti langsung mengambil dompet dari saku target.

"Saya yakin kami telah merampas aset kripto mereka senilai sekitar 1 miliar dolar AS," ujar Bessent.

Bessent bahkan berseloroh bahwa sejumlah pemilik aset tidak menyadari kalau kekayaan digital mereka telah dikuasai oleh otoritas AS.

"Sebagian dari mereka mungkin masih mengetik (di perangkatnya) saat ini, dan baru sadar kalau dompet mereka sudah diambil," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Bessent menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan AS terus membangun komunikasi intensif dengan negara-negara sekutu untuk melakukan penyitaan aset yang lebih luas, termasuk aset fisik.

"Kami bekerja sama dengan sekutu di seluruh Eropa untuk menyita vila, rumah, dan properti mewah," tutur Bessent.

Menurut klaim sepihak dari Washington, langkah agresif ini diambil sebagai upaya untuk memulihkan dana yang dianggap telah dicuri dari rakyat Iran. "Aset-aset tersebut berasal dari uang yang dicuri dari rakyat Iran," ucap Menkeu AS.

Tak hanya menyasar sektor digital dan properti, tekanan ekonomi terhadap Iran juga memukul sektor energi. Bessent menyebutkan bahwa fasilitas ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg saat ini sudah tidak beroperasi menyusul adanya blokade laut oleh militer AS.

Di sisi lain, Bessent menilai agresivitas politik Iran di Timur Tengah justru menjadi bumerang diplomasi bagi negara tersebut. Hubungan AS dengan negara-negara Teluk kini semakin solid dalam menindak Teheran lewat jalur finansial.

Baca Juga
  • PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum

"Negara-negara Teluk kini menjadi mitra yang sangat baik. Karena itu, AS juga dapat membekukan rekening-rekening bank asal Iran di kawasan tersebut," pungkas Bessent. (Antara)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Neymar Terancam Absen di Piala Dunia 2026! Cedera Belum Pulih, Carlo Ancelotti Mulai Waswas
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Jepang dan Taiwan bagikan kiat tekan jumlah pasien kanker kolorektal
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Tertahan di Libya Dipulangkan
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Arteta Bantah Ambisi Juarai Liga Champions Berkurang Usai Kampiun Premier League: Malah Lebih Besar
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Simak Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Terbaru Hari ini 30 Mei 2026, Terik Serharian!
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.