36 Negara Sepakat Bikin Pengadilan Khusus Hukum Presiden Rusia Putin

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan melalui tautan video di Moskow, Rusia, 18 Mei 2026. (via REUTERS/Mikhail Metzel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Puluhan negara yang kebanyakan berasal dari Eropa, telah meneken pembentukan tribunal atau pengadilan khusus untuk mengadili Presiden Rusia, Vladimir Putin atas dugaan kejahatan perang terhadap Ukraina.

Mengutip Euronews, pengadilan ini akan berkantor di Den Haag, Belanda. Kesepakatan tersebut difinalisasi dalam pertemuan tahunan para menteri luar negeri Council of Europe, Jumat waktu setempat.

Organisasi HAM Eropa itu menjadi motor utama dalam mengisi kekosongan yurisdiksi yang tidak bisa ditangani Mahkamah Pidana Internasional (ICC).


Baca: AS Peringatkan Negara-Negara Asia, Waspada 'Petaka' China

Para menteri juga menyetujui struktur tata kelola pengadilan khusus, termasuk pembentukan komite manajemen yang akan mengawasi anggaran tahunan, aturan internal, hingga pemilihan hakim dan jaksa.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut langkah ini sebagai "titik balik yang tak bisa dibatalkan" dalam upaya panjang mencari akuntabilitas atas perang di Ukraina.

"Pengadilan Khusus menjadi kenyataan secara hukum. Sangat sedikit yang percaya hari ini akan tiba. Tetapi itu terjadi," kata Sybiha di media sosial, dikutip Sabtu (30/5/2026).

"Putin selalu ingin tercatat dalam sejarah. Dan pengadilan ini akan membantunya mencapai target itu. Dia akan tercatat dalam sejarah. Sebagai seorang kriminal," tambahnya.

Resolusi hari Jumat ditandatangani 36 negara, yakni Andorra, Austria, Belgia, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lituania, Luksemburg, Republik Moldova, Monako, Montenegro, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, San Marino, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Ukraina, dan Inggris Raya.

Australia dan Kosta Rika adalah satu-satunya negara di luar Eropa yang menandatangani kesepakatan tersebut.

Uni Eropa juga mendukung inisiatif tersebut, meskipun empat negara anggotanya, Bulgaria, Hongaria, Malta, dan Slovakia, tidak ikut.

Daftar tersebut masih terbuka bagi negara-negara lain, baik Eropa maupun non-Eropa, untuk bergabung.

Sekretaris Jenderal Council of Europe, Alain Berset menekankan pentingnya pendanaan dan finalisasi regulasi agar pengadilan khusus dapat segera beroperasi.

Uni Eropa telah menjanjikan peningkatan pendanaan awal sebesar 10 juta euro.

Pembentukan pengadilan khusus menjadi prioritas mendesak bagi Ukraina dan sekutunya sejak Kremlin memerintahkan invasi skala penuh pada Februari 2022.

Inisiatif ini dianggap perlu karena ICC hanya dapat mengadili kejahatan agresi jika kejahatan tersebut dikaitkan dengan negara pihak. Rusia bukan penandatangan Statuta Roma dan dapat menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk memblokir setiap perubahan.

Tidak seperti kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida, yang berlaku untuk individu yang melakukan kekejaman, kejahatan agresi adalah kejahatan kepemimpinan yang menimpa orang-orang yang pada akhirnya bertanggung jawab untuk mengendalikan negara agresor.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Putin: Kunjungan ke China Sukses, Produktif & Padat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi di Sulawesi, Daerah Terbaik Dapat Insentif hingga Rp3 Miliar
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Berita Populer: Kemenperin Dorong Rantai Pasok IKM; Wujud Suzuki Burgman 150
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
APBN dari Rakyat untuk Rakyat-Kurban Presiden Prabowo Disoal, Mari Uraikan
• 16 jam laludetik.com
thumb
4 Fakta Menarik Oman, Calon Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA Matchday 2026: Skuad Berusia Uzur, Banyak Amunisi Berpengalaman
• 18 jam lalubola.com
thumb
Sepenggal Kisah Kenangan Keluarga yang Tewas saat Kemping di Temanggung
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.