Timwas Haji DPR Terima Keluhan AC Mati dan Air Kurang di Mina

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menerima sejumlah keluhan dari jemaah haji Indonesia terkait fasilitas di kawasan Mina, Arab Saudi.

Keluhan tersebut antara lain menyangkut pendingin udara (AC) yang tidak berfungsi optimal dan ketersediaan air yang kurang memadai di tengah padatnya jemaah saat puncak ibadah haji.

"Kita menerima berbagai masukan terkait fasilitas di Mina. Ada persoalan AC yang tidak berfungsi optimal, ketersediaan air yang kurang memadai, serta berbagai kendala lain yang muncul akibat tingginya kepadatan jemaah dalam satu kawasan yang sangat terbatas," kata Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus anggota Timwas Haji DPR RI Marwan Dasopang dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Timwas Minta Kualitas Pelayanan Haji Dijaga hingga Pemulangan ke Indonesia

Menurut Marwan, persoalan fasilitas itu tidak bisa dilepaskan dari kondisi Mina yang setiap tahun mengalami kepadatan.

Sebab, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul untuk menjalani mabit dan melaksanakan lempar jumrah.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, keterbatasan kapasitas kawasan Mina membuat ruang gerak jemaah menjadi sempit dan berdampak pada kenyamanan selama menjalankan rangkaian ibadah.

Meski begitu, Marwan menegaskan persoalan di Mina tidak boleh terus berulang tanpa solusi jangka panjang.

Baca juga: Jemaah Haji Mulai Bergerak dari Mina Menuju Hotel di Mekkah

Karena itu, DPR RI mulai mendorong sejumlah opsi mengurangi kepadatan dan meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.

"Kita harus mulai memikirkan formula baru. Jika area Mina memang tidak bisa diperluas, maka perlu dipertimbangkan berbagai opsi seperti tenda bertingkat atau skema lain yang memungkinkan ruang bagi jemaah menjadi lebih longgar dan manusiawi," ungkap Marwan.

Selain itu, Timwas Haji DPR juga mendorong optimalisasi skema tanazul, yakni pengaturan agar sebagian jemaah dapat mabit di hotel yang telah ditentukan. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan di Mina.

Marwan memperkirakan sekitar 60.000 jemaah Indonesia berpotensi mengikuti skema tersebut, dari total sekitar 201.000 jemaah haji Indonesia.

"Dari sekitar 201 ribu jemaah Indonesia, mungkin ada sekitar 60 ribu jemaah yang dapat dipertimbangkan untuk mabit di hotel dengan pengaturan yang baik dan tetap sesuai ketentuan yang berlaku. Jika ini dapat diwujudkan, ruang di Mina akan jauh lebih longgar bagi jemaah yang tetap berada di tenda," jelasnya.

Baca juga: Hari Tasyrik Ketiga, Jemaah Haji yang Ambil Nafar Tsani Jalani Lontar Tiga Jumrah

Marwan pun berharap pemerintah bersama otoritas Arab Saudi dapat mencari solusi permanen agar persoalan kepadatan dan keterbatasan fasilitas di Mina tidak terus terulang setiap musim haji.

"Persoalan Mina tidak boleh dibiarkan berulang tanpa solusi. Kita harus berani mencari terobosan demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia," jelas Marwan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Terlepas dari persoalan itu, Marwan mengakui bahwa secara umum penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan baik, walakin terdapat sejumlah catatan.

"Secara keseluruhan penyelenggaraan haji berjalan baik. Tahapan-tahapan awal hingga puncak pelaksanaan ibadah berlangsung sesuai agenda. Kita patut mengapresiasi berbagai pihak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada jemaah. Namun kondisi di Mina masih menjadi tantangan utama," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pansus Hak Angket DPRD Gowa Resmi Terbentuk, HAR Tekankan Data dan Fakta dalam Proses Pengambilan Keputusan
• 12 jam laluterkini.id
thumb
Timwas Haji Temukan Sejumlah Masalah Layanan Jemaah di Mina
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Film “Dukun Magang” Hadirkan Perpaduan Horor dan Komedi dengan Sentuhan Budaya Lokal
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Media Korea Blak-blakan Sebut Hyundai Hillstate Sempat Kesampingkan Megawati Hangestri Demi Sahabatnya di Red Sparks
• 15 menit lalutvonenews.com
thumb
Sudewo Bakal Jalani Sidang di PN Semarang, KPK Siapkan Surat Dakwaan
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.