Malam minggu di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, terasa lebih berkilau pada Sabtu (30/5). Cahaya warna-warni menyala di berbagai sudut kawasan ikonik ibu kota itu. Ini adalah gelaran ‘Illumination of Jakarta’ oleh Pemprov DKI untuk menyambut perayaan Hari Raya Waisak.
Trotoar di sekitar Bundaran HI dipenuhi warga yang mengabadikan momen. Sebagian datang bersama keluarga, sebagian lagi bersama pasangan maupun teman-teman.
Tak hanya warga Jakarta. Pengunjung juga datang dari berbagai daerah penyangga ibu kota seperti Bekasi dan Tangerang.
Di tengah lalu lintas yang tetap ramai mengelilingi Bundaran HI, warga tampak antusias menikmati berbagai instalasi bertema Waisak yang dipasang di kawasan tersebut.
Ada yang sibuk berswafoto, ada yang bergantian mengambil gambar untuk teman atau pasangannya. Beberapa pengunjung bahkan harus bergantian demi mendapatkan sudut foto terbaik dengan latar lampu warna-warni yang menghiasi kawasan itu.
Di sejumlah titik, pengunjung terlihat mengarahkan kamera ponsel ke berbagai ornamen yang dipasang. Mulai dari rupang Buddha, instalasi miniatur Candi Borobudur, hingga aneka dekorasi cahaya yang menerangi malam Jakarta.
Datang karena Melihat di MedsosDi antara keramaian itu, ada Via (20) dan Diva (20), dua sahabat yang datang dari kawasan Pondok Gede, Bekasi.
Malam itu, keduanya berjalan menyusuri area instalasi sambil sesekali berhenti untuk berfoto. Mereka mengaku awalnya tidak berencana datang ke Bundaran HI.
Rencana awal mereka justru menghabiskan malam minggu di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
“Niatnya tadinya sebenarnya mau ke GBK, tapi kan di GBK kan paling cuma kayak naik sepeda atau jalan-jalan, terus lihat di TikTok, di sini lagi ramai event kayak gini, jadi kita ke sini. Lebih baik ke sini,” kata Via saat ditemui kumparan.
Diva mengaku cukup terkejut melihat suasana Bundaran HI yang berbeda dari biasanya.
“Wah, rasanya kayak oh ada gini, ya?” ujarnya.
Meski bukan kali pertama datang ke kawasan Bundaran HI, keduanya mengaku baru kali ini melihat dekorasi cahaya dalam skala sebesar itu.
“Sudah sering ke HI tapi baru ini lihat ada cahaya gitu, ya,” kata Diva.
Bagi Via, momen itu terasa lebih menyenangkan karena dinikmati bersama teman saat masa libur kuliah.
“Sebenarnya kalau sudah seringnya (ke Bundaran HI) sih sendiri-sendiri ya, karena ini kan kebetulan lagi libur, jadinya bareng-bareng teman. Jadi, kayak lebih seru gitu lah,” katanya.
Bukan Umat Buddha, Tapi Ikut MeramaikanMenariknya, antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari umat Buddha.
Banyak warga yang hadir hanya untuk menikmati suasana, melihat dekorasi, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.
Saat ditanya apakah mereka merayakan Waisak, Diva menjawab singkat.
“Enggak. Kita meramaikan. Meramaikan saja,” tuturnya.
Meski demikian, keduanya mengaku menyukai suasana yang tercipta dari dekorasi cahaya di sekitar Bundaran HI.
“Lucu, sih, bagus. Keren, keren, keren,” kata Via.
“Tadi kita ke atas, kita foto dulu di Bundaran HI, terus turun baru ke sini,” lanjutnya.
Sementara Diva mengatakan mereka baru saja memulai petualangan foto malam itu. Setelah itu, keduanya masih ingin menjelajahi seluruh area instalasi.
“Baru yang di Bundaran HI itu sama yang di sebelah sini. Iya, karena baru baru sampai,” tutur Diva.
“Mau muter, kita. Mau foto-foto lagi. Pokoknya di semua spot-nya. Iya, biar bikin vlog di TikTok ya,” lanjutnya.
Dari Tangerang untuk Sambut WaisakAntusiasme serupa juga datang dari pasangan Merry (22) dan Billy (24) yang datang dari Tangerang bersama keluarga.
Perjalanan mereka ke Bundaran HI bahkan berawal dari rencana perayaan Waisak ke Yogyakarta yang batal.
“Sebenarnya kita tadinya kan harusnya ke Jogja, tapi gara-gara ada satu atau dua hal, jadi enggak bisa. Nah terus kebetulan ngelihat juga di Instagram apa TikTok ada nih kayaknya event di HI itu ada event lampion-lampion gitu, oke lah penasaran,” kata Billy.
Rasa penasaran itu akhirnya membawa mereka ke pusat Jakarta.
“Jadi ya udah kita samperin, free time juga kan lagian besok libur malam minggu. Sama acaranya juga masih sampai tanggal 1 Juni, jadi kita ya udah berangkat jadi sekeluarga buat ngehadiri acara ini,” ungkapnya.
Agar terhindar dari kemacetan, Billy memilih memarkir kendaraan di kawasan Blok M dan melanjutkan perjalanan menggunakan MRT menuju Bundaran HI.
“Kita kebetulan explore ya. Tadinya kita mau parkir di Plaza Indonesia cuma, pas dilihat maps-nya ke sini 2,5 jam jadi saya parkirnya di Blok M. terus ke sini naik MRT. Kebetulan emang dekat Blok M sih Tangerangnya,” tuturnya.
Harapan di Waisak Tahun IniBagi Merry, kehadiran perayaan Waisak di ruang publik seperti Bundaran HI memberikan pesan yang lebih luas daripada sekadar dekorasi dan hiburan.
Ia melihatnya sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman yang ada di Indonesia.
“Kalau aku sih indah sekali ya jadinya saling menghargai semua agama, semuanya jadinya saling datang ke sini melihat-lihat acara Waisak di tahun ini gitu,” tutur Merry.
Billy juga memiliki pandangan serupa.
Menurutnya, kehadiran perayaan Waisak di salah satu ikon Jakarta menunjukkan bahwa perayaan tersebut semakin diterima sebagai bagian dari kehidupan bersama masyarakat Indonesia.
“Ya sih, dari tahun lalu kan ini belum ada ya, baru tahun pertama. Setahu saya juga memang kayak Waisak di Jakarta apalagi di Bundaran HI gitu loh ikon Jakarta itu hal yang paling apa kayak oh berarti udah mulai diakuin Waisak tuh benar-benar diakuin nasional, jadi merasa kayak oh merasa mulai diiniin aja sama seluruh warga Jakarta gitu,” ucap Billy.
Billy juga menorehkan harapannya untuk Waisak tahun ini. Ia berharap nilai-nilai yang diajarkan Sang Buddha dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, untuk harapannya tahun ini sih ya sesuai dengan ajaran aja ya yang diajarkan oleh Sang Buddha ya. Kita yang penting adalah jangan berbuat kejahatan, perbanyak kebajikan, sucikan hati dan pikiran,” kata Billy.
Ia juga berharap kebahagiaan dan keselamatan dapat dirasakan oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang maupun keyakinan.
“Semua berlaku dan juga semoga semua makhluk berbahagia. Mau dalam segala kegiatannya, segala acaranya, semuanya dilindungi dan semuanya berjalan lancar untuk tahun ini dan sampai tahun-tahun selanjutnya,” pungkasnya.





