Bogota: Warga Kolombia akan memberikan suara mereka pada Minggu, 31 Mei 2026, untuk memilih presiden baru yang akan memimpin negara tersebut hingga 2030.
Meski terdapat 14 kandidat yang bertarung dalam putaran pertama, persaingan diperkirakan akan terpusat pada tiga nama utama, yakni kandidat koalisi pemerintah Ivan Cepeda, kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella, dan Paloma Valencia yang didukung mantan Presiden Alvaro Uribe.
Berdasarkan berbagai survei nasional, Cepeda memimpin dukungan publik menjelang pemungutan suara.
Cepeda, senator dari koalisi kiri Historic Pact, dipandang sebagai penerus politik Presiden Gustavo Petro.
Ia menjanjikan kelanjutan reformasi sosial pemerintahan Petro, pengurangan ketimpangan, pemberantasan korupsi, reformasi institusi, serta penguatan proses perdamaian melalui dialog dengan kelompok bersenjata.
Putra tokoh komunis Manuel Cepeda Vargas itu juga dikenal pernah hidup dalam pengasingan akibat ancaman terhadap keluarganya setelah ayahnya dibunuh kelompok paramiliter pada 1994.
Di kubu oposisi, Abelardo de la Espriella tampil sebagai pesaing terkuat.
Pengacara dan pebisnis tersebut mengusung agenda keamanan keras yang banyak dibandingkan dengan kebijakan Presiden El Salvador Nayib Bukele.
Ia berjanji membangun 10 “mega prison”, mengakhiri kebijakan “Total Peace” pemerintahan Petro, dan meningkatkan operasi militer terhadap kelompok kriminal serta perdagangan narkoba.
De la Espriella saat ini berada di posisi kedua dalam sejumlah survei dan bahkan diperkirakan mampu mengalahkan Cepeda apabila pemilu berlanjut ke putaran kedua. Gerakan Uribismo Sementara itu, Paloma Valencia yang berasal dari Partai Democratic Center berupaya mengembalikan pengaruh politik “Uribismo," gerakan konservatif yang dipimpin mantan Presiden Alvaro Uribe.
Valencia menjanjikan peningkatan belanja pertahanan, perekrutan puluhan ribu personel militer dan polisi baru, serta peluncuran “Plan Colombia 2.0” untuk memerangi narkotika dan kelompok bersenjata.
Pemilu kali ini berlangsung di tengah meningkatnya kembali kekerasan politik dan aktivitas kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Kolombia. Isu keamanan, ekonomi, dan masa depan proses perdamaian menjadi tema utama kampanye para kandidat.
Menurut rata-rata survei nasional, Cepeda memperoleh dukungan sekitar 37,8 persen, diikuti De la Espriella dengan 28,1 persen dan Valencia dengan 18,6 persen.
Sesuai aturan pemilu Kolombia, kandidat yang meraih lebih dari 50 persen suara langsung terpilih sebagai presiden. Namun, sebagian besar survei memperkirakan tidak ada kandidat yang mampu mencapai angka tersebut sehingga pemilu kemungkinan berlanjut ke putaran kedua pada 21 Juni mendatang.
Baca juga: Teror Drone Kelompok Bersenjata Terus Meningkat Jelang Pemilu Kolombia




