Italia Gagal ke Piala Dunia, Donnarumma Makin Terpukul dengan Isu Bonus

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Kapten Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, mengaku sangat terpukul dan meradang. Rasa sakit itu bukan cuma karena Gli Azzurri dipastikan absen di Piala Dunia 2026, melainkan karena munculnya rumor miring yang menuduh para pemain menuntut bonus finansial kepada federasi.
 
Bagi Donnarumma, gosip tersebut benar-benar kejam. Isu itu menggiring opini publik seolah-olah para pemain Italia hanya memikirkan uang di saat negara mereka sedang meratapi tragedi sepak bola yang masif.
 
Sebelumnya, langkah Italia menuju panggung dunia resmi tertutup setelah didepak oleh Bosnia & Herzegovina pada babak play-off. Hasil minor ini mengunci rekor kelam: Italia absen di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun (2018, 2022, dan 2026).
  "Kami Tidak Minta Satu Euro Pun!"
Sebagai pemimpin di lapangan, penjaga gawang berusia 27 tahun itu pasang badan dan membantah keras tuduhan miring yang dialamatkan kepada rekan-rekan setimnya.

"Hal yang paling menyakitkan bagi saya adalah apa yang diberitakan media. Sebagai kapten, saya menegaskan kami tidak pernah meminta satu euro pun kepada tim nasional Italia," ujar Donnarumma berapi-api saat diwawancarai Sky Sport Italia.
 
Kiper utama PSG ini meluruskan bahwa bonus turnamen sebenarnya adalah murni tradisi dari internal federasi, bukan kesepakatan sepihak yang dituntut oleh pemain.
 
"Dalam setiap kompetisi, memang ada sistem reward (hadiah) jika target tim tercapai. Namun, tidak ada satu pun pemain yang mengemis atau meminta hal itu kepada federasi," jelasnya.
  Hadiah Terbesar Skuad Italia yang Sesungguhnya
Mantan kiper AC Milan ini menambahkan bahwa fokus utama ruang ganti Italia dari awal adalah harga diri dan prestasi, bukan nominal uang.
 
"Hadiah terbesar kami sebenarnya adalah tiket tampil di Piala Dunia. Sayangnya, impian besar itu tidak terwujud," sesal Donnarumma.
 
Nestapa gagal lolos ini langsung memicu gempa bumi politik di internal sepak bola Italia. Gelombang pengunduran diri massal tak terbendung; mulai dari lengsernya Presiden FIGC Gabriele Gravina, mundurnya Gianluigi Buffon dari posisi kepala delegasi, hingga keputusan Gennaro Gattuso yang menanggalkan jabatan pelatih kepala.
  Misi Bangkit dari Rekor Terburuk Sejarah
Status Italia sebagai raksasa pemilik empat gelar juara dunia kini terasa hambar akibat penurunan performa yang drastis. Absen dalam tiga edisi beruntun menjadi noda hitam terbesar sepanjang sejarah sepak bola Negeri Pizza.
 
Meski atmosfer tim tengah berduka, Donnarumma mendesak rekan-rekannya untuk segera menegakkan kepala dan menolak larut dalam penyesalan berkepanjangan.
 
"Kami harus memulai lembaran baru dan bangkit. Masih ada waktu empat tahun sebelum siklus Piala Dunia berikutnya dimulai. Sekarang, fokus kami adalah menata ulang kekuatan di turnamen terdekat seperti Piala Eropa dan UEFA Nations League," tutup Donnarumma.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Borobudur Peace and Prosperity Festival 2026 Gaungkan Pesan Perdamaian Dunia
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wagub Rano Karno Ingin Rivalitas Persib vs Persija Tiru Inter & AC Milan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Sebuah Truk Terbalik, 18 Orang Dinyatakan Tewas
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lokasi SIM Keliling Sabtu ini di Jakarta
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Sambut Umrah Musim Depan, Lion Air Buka 6 Kali Penerbangan Makassar-Saudi Dalam Sepekan
• 10 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.