Melansir Football Italia yang mengutip La Gazzetta dello Sport, kesepakatan baru tersebut akan mengikat Dybala di Roma hingga Juni 2028. Keputusan krusial ini tercapai hanya hitungan hari sebelum masa baktinya saat ini kedaluwarsa pada akhir Juni 2026.
Tolak Godaan Pulang Kampung ke Argentina
Sebelum sepakat memperpanjang masa bakti, masa depan Dybala sempat diselimuti ketidakpastian. Pemain berusia 32 tahun itu gencar dikaitkan dengan rumor mudik ke tanah kelahirannya untuk memperkuat raksasa Argentina, Boca Juniors.
Namun, kecintaan Dybala pada publik Roma mengalahkan segalanya. Komitmen bertahan di ibu kota Italia sudah bulat, bahkan sebelum I Lupi memastikan diri ke Liga Champions musim depan.
Rincian Kontrak Baru: Gaji Pokok Turun Drastis
Langkah yang diambil mantan penggawa Juventus ini terbilang ekstrem bagi pemain kelas dunia. Dybala bersedia menerima pemotongan gaji pokok yang sangat signifikan demi tidak membebani keuangan klub.
Di kontrak lama, Dybala mengantongi upah sekitar 8 juta euro (setara Rp166,3 miliar) per musim. Kini, dalam kesepakatan baru, nominal tersebut merosot tajam menjadi hanya 2,5 juta euro (sekitar Rp51,9 miliar) per tahun.
Sebagai gantinya, manajemen Roma menyiasatinya dengan menyertakan berbagai klausul bonus performa. Bonus ini nantinya akan dihitung berdasarkan jumlah penampilan dan kontribusi nyata Dybala di lapangan, sebuah langkah logis mengingat sang pemain beberapa kali dibekap cedera.
Raja Penjualan Jersi yang Tak Tergantikan
Meski rentan cedera, manajemen Giallorossi tetap memandang Dybala sebagai pilar yang tak ternilai harganya. Selain magisnya di lapangan hijau, Dybala adalah mesin komersial terbesar klub saat ini. Laporan internal menyebutkan bahwa jersi dengan nomor punggung Dybala masih menjadi yang paling laris diburu oleh para tifosi Roma.
Sepanjang musim 2025/2026, Dybala memang sempat beberapa kali masuk ruang perawatan. Namun, setiap kali fit dan diturunkan oleh pelatih, ia selalu menjadi pembeda.
Dari 27 pertandingan kompetitif yang dilakoninya musim lalu, Dybala sukses menyumbang tiga gol dan delapan assist.
Kontribusi krusial itulah yang menjaga Roma tetap bersaing di papan atas Serie A sekaligus mengamankan slot berharga di kompetisi antarklub tertinggi Eropa musim depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





