Alarm Ekonomi Trump Berbunyi, Sentimen Konsumen Amerika Jatuh Mendekati Level Resesi Besar

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Federal Reserve New York mengeluarkan sinyal peringatan serius terkait kondisi ekonomi rumah tangga Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Sentimen konsumen dilaporkan merosot hingga mendekati, bahkan dalam beberapa indikator berada di bawah, level yang pernah terjadi saat Resesi Besar 2008 dan pandemi Covid-19.

Temuan itu terungkap dalam survei terhadap sekitar 1.200 kepala rumah tangga yang dilakukan pada Februari 2026. Hasilnya menunjukkan semakin banyak warga Amerika yang menghadapi tekanan finansial dan pesimistis terhadap kondisi ekonomi mereka.

Baca Juga: FIFA Diseret ke Penyelidikan, Amerika Cium Aroma Manipulasi Tiket Piala Dunia 2026

"Tingkat sentimen konsumen saat ini turun mendekati atau di bawah tingkat terendah yang terlihat selama Resesi Besar dan pandemi," tulis Federal Reserve New York dalam laporannya, dikutip Minggu (31/5).

Penurunan kepercayaan masyarakat terjadi di tengah meningkatnya berbagai indikator kesulitan ekonomi. Salah satunya adalah lonjakan jumlah rumah tangga yang terpaksa menguras tabungan darurat demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lebih dari sepertiga responden mengaku menggunakan tabungan mereka untuk bertahan hidup. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode Juni 2020 saat pandemi Covid-19, yang saat itu tercatat sebesar 21,8 persen.

Federal Reserve juga menemukan peningkatan tekanan ekonomi yang paling terasa pada kelompok berpendapatan rendah, masyarakat berpendidikan rendah, serta keluarga yang memiliki anak kecil.

Meski sejumlah indikator makroekonomi masih menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional, kondisi di tingkat rumah tangga memperlihatkan gambaran yang berbeda.

Menurut Fed New York, sebagian besar masyarakat masih menghadapi ketidakamanan ekonomi yang tinggi, sehingga menciptakan jurang antara data pertumbuhan ekonomi nasional dengan realitas kehidupan sehari-hari warga.

"Meskipun banyak rumah tangga baik-baik saja dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan berkembang dengan kecepatan yang solid, sebagian besar penduduk menghadapi tingkat ketidakamanan ekonomi dan tekanan keuangan yang tinggi," tulis lembaga tersebut.

Baca Juga: FIFA Ungkap Alasan Mahalnya Harga Tiket Piala Dunia 2026: Efek 'Kebijakan' Amerika Serikat

Laporan ini menjadi salah satu sinyal bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi belum dirasakan secara merata oleh masyarakat Amerika, terutama kelompok rentan yang kini semakin pesimistis terhadap prospek keuangan mereka sendiri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
58 Pasangan Gagal Menikah, Bos WO di Jaktim Diduga Bawa Kabur Uang Rp2,6 Miliar
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar Lengkap Harga Motor Kawasaki Terbaru Mei 2026
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
KAI Angkut Lebih dari 149.000 Penumpang per Hari selama Periode Liburan
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kawasan Kebayoran Baru
• 19 jam laluokezone.com
thumb
DAMRI Tambah Bus untuk Rute Trip 3 Negara
• 21 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.