Ekspor minyak Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, di tengah terhambatnya pasokan dari Timur Tengah.
IDXChannel - Ekspor minyak Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, di tengah terhambatnya pasokan dari Timur Tengah.
Bulan lalu, ekspor minyak AS sempat mencapai hampir 12,9 juta barel per hari (bph). Rata-rata ekspor dalam periode satu bulan yang berakhir pada 15 Mei mencapai 5,57 juta bph.
Dilansir dari Oilprice pada Sabtu (30/5/2026), rekor ini didorong oleh penarikan besar-besaran dari Cadangan Minyak Strategis (SPR).
Sejak pecahnya perang di Teluk dan lumpuhnya pelayaran di Selat Hormuz, AS kini menjadi andalan negara-negara yang membutuhkan pasokan minyak.
Armada kapal tanker berkumpul di AS untuk mengangkut minyak ke Eropa dan Asia. Kedua kawasan tersebut mencari alternatif minyak Timur Tengah setelah blokade di Selat Hormuz.
Untuk membantu mengimbangi kekurangan global, AS berkomitmen untuk melepaskan 172 juta barel minyak mentah dari cadangan darurat.
Data dari fima riset Kpler menunjukkan, sekitar setengah dari minyak mentah yang dilepaskan dari cadangan darurat dalam beberapa bulan terakhir diekspor langsung daripada dimurnikan di dalam negeri.
Pembeli asing, khususnya di Eropa dan Asia, telah secara agresif membeli sekitar 40 hingga 50 persen minyak mentah yang dilepaskan dari cadangan darurat AS.
Namun, ada batasan yang jelas untuk aksi jual besar-besaran ini. Meskipun strategi ini untuk sementara dapat menekan lonjakan harga minyak yang ekstrem, para analis memperingatkan bahwa kebijakan ini terbatas.
Setelah persediaan darurat ini menipis, pasar minyak global dapat menghadapi tekanan kenaikan harga yang baru.
Total persediaan di SPR telah anjlok menjadi sekitar 365 juta barel—tingkat terendah sejak pertengahan April 2024. (Wahyu Dwi Anggoro)





