AS Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan pihaknya telah merampas aset mata uang kripto yang dikaitkan dengan Iran senilai sekitar 1 miliar dolar AS atau setara Rp17,8 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Bessent pada Jumat. Ia menyebut langkah itu merupakan bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan finansial terhadap Teheran.

Baca Juga :
Iran Beri Hak Istimewa China dan Rusia Melintas Selat Hormuz
Gedung Putih: Trump Hanya Terima Kesepakatan yang Menguntungkan AS

"Saya yakin kami telah merampas aset kripto mereka senilai sekitar 1 miliar dolar," kata Bessent dilansir Anadolu, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurutnya, pemerintah AS bertindak cepat dalam penyitaan aset digital tersebut hingga diibaratkan seperti "langsung mengambil dompet mereka". Ia bahkan menyebut sejumlah pemilik aset kemungkinan belum menyadari bahwa aset mereka telah disita.

"Sebagian dari mereka mungkin masih mengetik saat ini, dan sadar kalau mereka tidak sadar dompet mereka sudah diambil," kata dia.

Bessent mengatakan pemerintah AS tidak hanya fokus pada aset kripto, tetapi juga tengah berkoordinasi dengan negara-negara sekutu untuk memperluas upaya penyitaan aset yang terkait dengan Iran.

"Kami bekerja sama dengan sekutu-sekutu di seluruh Eropa untuk merampas vila-vila, rumah-rumah, dan properti," tutur Bessent yang mengklaim langkah tersebut adalah untuk memulihkan dana yang dicuri dari rakyat Iran. "Aset-aset tersebut berasal dari uang yang dicuri dari rakyat Iran," kata Menkeu AS.

Selain itu, Bessent mengklaim fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg telah berhenti beroperasi setelah adanya blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat.

Ia juga menilai serangan Iran terhadap negara-negara Teluk justru berdampak negatif bagi posisi diplomatik Teheran. Menurutnya, sejumlah negara di kawasan kini semakin mendukung langkah Washington dalam menekan Iran melalui instrumen keuangan.

Bessent mengatakan kondisi tersebut membuka peluang bagi AS untuk membekukan rekening bank yang terkait dengan Iran di kawasan tersebut.

Karena itu, AS pun dapat membekukan rekening bank asal Iran di kawasan, ucap Bessent.

Baca Juga :
Mata-Mata Ini Sebut Mesir dan Turki Bisa Jadi 'Target' Israel Berikutnya
Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat, Tapi Trump Belum Mau Beri Lampu Hijau
Harga Minyak Dunia Terkapar Pekan Ini, Investor Pantau Drama AS vs Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Dijual Rp2,779 Juta, Buyback Rp2,609 Juta/Gram
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Selat Hormuz Hanya Dilintasi Rata-Rata 6 Kapal per Hari sejak Perang Pecah
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Biar Daging Kurban Tetap Awet, Ini 4 Tips Menyimpan Sisa Idul Adha agar Tidak Cepat Rusak
• 10 jam lalugrid.id
thumb
KPAI Soroti Perlindungan Anak, Pengawasan Pesantren dan Panti Asuhan Harus Diperkuat
• 22 jam laludisway.id
thumb
Rekomendasi Drakor dengan Adegan Pengakuan Cinta yang Epik, Buat Penonton Ikut Deg-degan!
• 18 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.