Pantau - Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Arsenal FC melalui adu penalti 4-3 pada final di Puskas Arena, sekaligus mempertegas keberhasilan reformasi besar yang dilakukan pelatih Luis Enrique sejak mengambil alih tim pada 2023.
PSG memastikan gelar juara setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit melawan Arsenal.
Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui Kai Havertz.
PSG kemudian menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele pada babak kedua.
Adu penalti ditentukan oleh kegagalan Gabriel Magalhaes yang tendangan terakhirnya melambung di atas gawang PSG.
Kemenangan tersebut membuat PSG meraih gelar Liga Champions kedua secara beruntun setelah sebelumnya menjadi juara pada musim 2024/2025.
PSG mendominasi hampir seluruh aspek permainan sepanjang laga final.
Tim asal Prancis itu mencatat penguasaan bola sebesar 65 persen.
Arsenal hanya membukukan 25 persen penguasaan bola.
PSG melepaskan 21 percobaan tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran.
Arsenal hanya mencatat delapan percobaan tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang.
Dominasi PSG juga terlihat dari 44 kali masuk ke sepertiga akhir lapangan lawan.
Arsenal hanya dua kali memasuki area tersebut.
PSG juga tercatat 13 kali memasuki kotak penalti Arsenal.
Skema 4-3-3 racikan Luis Enrique dinilai berjalan efektif melalui peran Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz, Nuno Mendes, dan Achraf Hakimi.
PSG juga berhasil meredam pengaruh pemain-pemain Arsenal seperti Bukayo Saka dan Leandro Trossard.
Meski demikian, lini belakang Arsenal yang dipimpin William Saliba dan Gabriel Magalhaes tetap memberikan perlawanan sepanjang pertandingan.
Keberhasilan PSG mempertahankan gelar Liga Champions dinilai tidak terlepas dari perubahan besar yang dilakukan Luis Enrique sejak datang pada Juli 2023.
Saat itu, PSG masih dikenal sebagai tim yang bertumpu pada deretan pemain bintang seperti Neymar, Lionel Messi, dan Kylian Mbappe.
Setelah era tersebut berakhir, Enrique membangun tim dengan pendekatan yang lebih kolektif dan tidak bergantung pada satu pemain.
Seluruh pemain diberikan peran yang jelas dalam sistem permainan yang sama.
Pada musim pertamanya, Enrique membawa PSG menjuarai Ligue 1 dan Coupe de France serta mencapai semifinal Liga Champions 2024.
Musim berikutnya, PSG kembali meraih gelar Ligue 1 dan Coupe de France serta menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Inter Milan 5-0 di final.
Pada musim 2025/2026, PSG kembali menjuarai Ligue 1 dan mempertahankan gelar Liga Champions meski gagal mempertahankan Coupe de France yang direbut RC Lens.
Dalam tiga musim pertama di bawah Luis Enrique, PSG berhasil meraih dua gelar Liga Champions secara beruntun dan mempertahankan dominasi di kompetisi domestik.
Pemilik PSG, Nasser Al-Khelaifi, menegaskan klub telah belajar dari kesalahan masa lalu.
Filosofi baru PSG menempatkan tim sebagai kekuatan utama dibandingkan ketergantungan pada individu.
Strategi jangka pendek, menengah, dan panjang yang diterapkan klub dinilai menjadi fondasi keberhasilan PSG untuk terus bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.




