Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham domestik sepanjang perdagangan 25–29 Mei 2026. Di tengah tekanan jual tersebut, saham-saham bank besar dan emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu tetap mendominasi transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data BEI menunjukkan investor asing membukukan jual bersih atau net sell Rp 12,34 triliun sepanjang pekan ini. Nilai tersebut melonjak dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat net sell Rp 691,54 miliar.
Sementara secara akumulatif sejak awal tahun atau year to date (YtD), investor asing masih membukukan jual bersih Rp 53,97 triliun. Di tengah derasnya arus keluar dana asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,56% ke level 6.127,381 pada akhir perdagangan Jumat (29/5), dari posisi 6.162,045 pada pekan sebelumnya.
Meski IHSG terkoreksi, aktivitas transaksi di bursa justru meningkat. Rata-rata nilai transaksi harian BEI naik 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun, dibandingkan pekan sebelumnya Rp 21,77 triliun. Kapitalisasi pasar juga bertambah 0,88% menjadi Rp 10.729 triliun.
Namun dari sisi likuiditas perdagangan, rata-rata volume transaksi harian turun 15,6% menjadi 30,95 miliar saham. Sedangkan frekuensi transaksi turun 10,87% menjadi 2,11 juta kali transaksi per hari.
Sejumlah saham kapitalisasi besar masih menjadi incaran pelaku pasar. Berdasarkan nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif. Adapun nilai perdagangan mencapai Rp 9,66 triliun atau sekitar 11,35% dari total transaksi pekan ini.
Di bawahnya ada Amman Mineral Internasional (AMMN) senilai Rp 6,02 triliun, lalu Chandra Asri Pacific (TPIA) sebesar Rp 5,68 triliun. Saham perbankan lain seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) juga masuk lima besar transaksi pekan ini.
Sementara berdasarkan frekuensi transaksi, saham Chandra Asri Pacific (TPIA) menempati posisi teratas dengan 255 ribu kali transaksi, disusul Barito Pacific (BRPT) sebanyak 252 ribu kali transaksi dan BBCA sebanyak 182 ribu kali transaksi.
Pergerakan saham emiten grup Prajogo Pangestu juga menjadi penopang indeks selama sepekan. BEI mencatat saham Barito Renewables Energy (BREN) naik 34,69% menjadi salah satu top gainers dan memberi kontribusi terbesar terhadap penguatan IHSG sebesar 31,36 poin.
Selain BREN, saham Barito Pacific (BRPT) menguat 20,87%, sedangkan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) naik 22,33% sepanjang pekan. Ketiga saham tersebut masuk jajaran top leaders IHSG pekan ini.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan perdagangan saham selama sepekan bergerak bervariasi dengan kenaikan pada rata-rata nilai transaksi dan kapitalisasi pasar, meski IHSG ditutup di zona merah.
Tekanan jual asing masih menjadi sentimen yang dicermati investor, terutama setelah sepanjang tahun dana asing terus keluar dari pasar saham Indonesia. Namun kenaikan transaksi pada saham-saham berkapitalisasi besar dan emiten grup konglomerasi menunjukkan minat investor domestik masih cukup kuat menopang aktivitas perdagangan.




