Misteri Kematian Sekeluarga di Tenda Wisata Posong, Temanggung, Benarkah karena Keracunan Gas?

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.id - Polisi masih menyelidiki kasus kematian sekeluarga di tenda wisata Posong, Temanggung.

Kasus kematian sekeluarga di tenda wisata Temanggung hingga kini masih diselidiki. Polisi masih mencari penyebab kematian keluarga yang terdiri atas 4 orang tersebut.

Melansir Tribun Jateng, hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir pada Jumat (29/5/2026) kemarin.

“Sudah dilakukan otopsi terhadap empat korban. Penyidik masih menunggu hasil Labfor,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan polisi, autopsi sudah dilakukan kepada 4 korban. Namun polisi fokus pada hasil toksikologi korban termuda yang berusia 17 tahun yakni anak bungsu keluarga tersebut karena fisiknya paling kuat.

“Dipilih salah satu korban yang paling muda, umur 17 tahun, yang secara fisik paling kuat,” lanjut Kombes Anwar.

Sampai hari ini, polisi masih memiliki dua asumsi kematian sekeluarga tersebut. Pertama, mereka diduga tewas karena keracunan makanan. Sementara itu, dugaan kedua ialah tewas karena keracunan gas.

“Dugaan sementara masih ada dua, yaitu akibat gas dari kompor gas saat barbeque malam hari, atau dari makanan,” jelasnya lagi. 

Selain autopsi, polisi juga memeriksa tabung gas portabel dan makanan lain di lokasi juga diperiksa. 

“Ya, untuk tabung gas juga dilakukan pemeriksaan. Itu masih harus dipastikan, apakah dari CO atau CN,” kata Kombes Anwar.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, sekeluarga tewas di dalam tenda camping Wisata Alam Posong, Temanggung, Jawa Tengah. Melansir Kompas, peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/5/2026) lalu. 

Sekeluarga itu terdiri atas ayah, ibu dan 2 anaknya. Mereka adalah Ali Munawar (52), istrinya Magfiroh Alvira (43), serta dua anak laki-laki mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16).

Polisi mengatakan bahwa keluarga itu kemungkinan sudah tewas pada dini hari. Petugas penginapan baru menemukan mereka pada pukul 15.45 WIB sore. 

Keluarga yang berasal dari Kabupaten Ambarawa itu datang ke TKP pada Selasa (26/5/2026), pukul 22.00 WIB malam. Setelah itu, mereka sempat mengadakan barbeque bersama.

Keesokan paginya, petugas datang untuk memberitahukan jadwal check out namun tak ada respon dari tenda. Petugas datang lagi pada sore hari dan keempatnya sudah terbujur kaku dan tak bernyawa. 

Jenazah sekeluarga yang tewas di tenda wisata Posong, Temanggung itu dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung untuk diotopsi. Setelah itu, keempatnya dibawa kembali ke rumah duka, di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, sekitar pukul 15.27 pada Kamis (28/5/2026).

Jenazah keempatnya kemudian dimakamkan di TPU Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang pada Kamis (28/5/2026), diiringi isak tangis keluarga dan sahabat serta guyuran air hujan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bobby Nasution: Stadion Teladan Belum Layak Jadi Venue Piala AFF U-19
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Car Free Day Rasuna Said Kembali Hadir pada 7 Juni 2026, Mulai Pukul 05.30 WIB
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Kata-Kata Pertama Arne Slot usai Dipecat Liverpool
• 18 jam lalubola.com
thumb
MPR Hormati Proses Sidang Perdana Gugatan Lomba Cerdas Cermat Kalbar
• 4 jam laludetik.com
thumb
Diplomasi Presiden di Prancis Dinilai Buka Peluang Investasi dan Kerja Sama Strategis
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.