Pantau - Komando militer utama Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menyatakan angkatan bersenjata Iran saat ini mengelola Selat Hormuz dengan otoritas penuh dan mewajibkan seluruh kapal yang melintas untuk mengikuti jalur pelayaran yang telah ditentukan serta memperoleh izin dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu, 30 Mei 2026, dan dilaporkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.
Menurut otoritas Iran, ketentuan tersebut berlaku bagi kapal komersial maupun kapal tanker minyak yang melintasi salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia tersebut.
Iran Peringatkan Kapal Militer AsingMarkas Pusat Khatam al-Anbiya memperingatkan bahwa Iran akan merespons setiap tindakan kapal militer asing yang mencoba ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz.
Iran juga menyatakan akan menindak setiap upaya yang dianggap mengganggu lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.
Pada hari yang sama, Angkatan Laut IRGC melaporkan sebanyak 20 kapal telah melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.
Menurut laporan tersebut, seluruh pelayaran dilakukan melalui koordinasi dengan pasukan IRGC dan otoritas maritim Iran.
Kantor berita Fars melaporkan kapal-kapal tersebut memperoleh izin melintas karena kebutuhan negara asal mereka terhadap sejumlah komoditas tertentu, termasuk pupuk kimia.
Pengawasan Diperketat Sejak FebruariIran mulai memperketat pengawasan dan kendali atas Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026.
Langkah tersebut dilakukan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran, menurut pernyataan otoritas Iran.
Sejak kebijakan itu diterapkan, Iran menyatakan melarang kapal milik maupun yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat melintas dengan aman di jalur tersebut.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga disebut menerapkan blokade laut di Selat Hormuz yang berdampak pada pembatasan pelayaran kapal menuju maupun berangkat dari pelabuhan Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar global dan menjadi rute utama perdagangan minyak serta energi internasional.




