Trump Pertimbangkan Batalkan Freedom 250, Hampir Semua Pengisinya Mundur

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk membatalkan rangkaian konser Freedom 250, setelah hampir semua musisi dan grup musik memutuskan mundur dari acara yang digelar untuk memperingati 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS tersebut.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Sabtu (30/5/2026), Trump bahkan secara terbuka meminta agar acara itu dibatalkan.

“Kita seharusnya menggelar rapat umum besar MAKE AMERICA GREAT AGAIN untuk perayaan 250 tahun ini, daripada menghadirkan penyanyi mahal yang tidak ingin didengar siapa pun, musiknya membosankan, dan hanya pandai mengeluh. Batalkan saja,” tulis Trump.

Melansir The Hollywood Reporter, pernyataan itu muncul setelah Freedom 250 kehilangan banyak penampil yang sebelumnya diumumkan sebagai pengisi acara. Beberapa nama yang telah menyatakan mundur antara lain Bret Michaels, The Commodores, Young MC, Morris Day, dan Martina McBride.

Trump juga melontarkan kritik keras kepada para musisi yang memilih keluar dari acara tersebut. Dalam unggahan lain, ia menyebut mereka sebagai “artis kelas tiga” dan mengisyaratkan dirinya bisa menggantikan mereka dengan pidato politik.

“Saya memahami para artis mulai gugup untuk tampil pada hari Rabu. Jadi saya berpikir menghadirkan daya tarik nomor satu di dunia, orang yang memiliki penonton jauh lebih besar daripada Elvis pada masa jayanya, dan dia melakukannya tanpa gitar,” tulis Trump sambil merujuk pada dirinya sendiri.

Menurut Trump, dirinya dapat memberikan pidato besar untuk menggalang dukungan dan mempersatukan masyarakat, menggantikan penampilan musik yang batal digelar.

Gelombang pengunduran diri para musisi terjadi setelah muncul kritik terhadap arah dan tujuan acara Freedom 250. Bret Michaels, vokalis grup Poison, menyatakan acara yang awalnya dipresentasikan sebagai perayaan nasional telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih memecah belah dibandingkan yang ia pahami sebelumnya.

“Sayangnya, apa yang awalnya disampaikan kepada kami sebagai perayaan negara telah berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih memecah belah daripada yang saya setujui untuk menjadi bagian darinya,” ujar Bret Michaels dalam pernyataan di situs resminya.

Kontroversi juga muncul setelah nama grup musik Milli Vanilli tercantum dalam daftar pengisi acara. Namun, Jodie Rocco, salah satu anggota grup tersebut, mengaku terkejut melihat nama Milli Vanilli masuk dalam susunan penampil.

Meski banyak musisi mundur, beberapa nama masih dijadwalkan tampil dalam rangkaian Freedom 250, termasuk Vanilla Ice dan Flo Rida.

Freedom 250 sendiri direncanakan berlangsung pada 25 Juni hingga 10 Juli 2026 di National Mall, Washington DC. Acara itu merupakan bagian dari kemitraan publik-swasta yang didukung pemerintahan Donald Trump untuk memperingati 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat.

Namun dengan semakin banyaknya pengisi acara yang mengundurkan diri, masa depan konser Freedom 250 kini berada dalam ketidakpastian, terutama setelah Trump sendiri mengusulkan agar acara tersebut dibatalkan dan diganti dengan rapat umum politik bertema Make America Great Again (MAGA). (ant/bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap 58 Calon Pengantin Ditipu WO di Jaktim, Kerugian Rp 2,6 Miliar
• 11 jam laludetik.com
thumb
4 Orang Diselamatkan Usai 10 Hari Terjebak di Gua Terendam Banjir
• 23 jam laludetik.com
thumb
Tips Kulit Tubuh Glowing dan Sehat dengan Menjaga Lipid Barrier
• 18 jam laludewiku.com
thumb
Membela Paradoks dan Arah Dinamika Pendidikan di Indonesia Kontemporer
• 8 menit lalukumparan.com
thumb
Polisi Ungkap Penyebab Sopir Taksi Online Rusak Mobil di Tol JORR
• 48 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.