Semangat perdamaian dunia bergema dari Taman Aksobhya di Kompleks Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, dalam rangkaian Waisak Nasional 2570 BE. Sebanyak 10.000 pelita dinyalakan sebagai simbol cahaya awal persatuan global.
Jelang puncak peringatan Waisak 2026, ratusan umat Buddha berkumpul dalam acara 5th Borobudur Peace and Prosperity Festival untuk menyalakan 10.000 pelita sebagai simbol perdamaian dunia. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, secara resmi membuka acara dengan pukulan gong, yang dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati di atas panggung sebagai simbol kebebasan dan perdamaian universal.
Puncak acara diisi dengan penyalaan sepuluh ribu lilin atau lentera. Prosesi ini pemirsa, diawali oleh tokoh agama Buddha dari Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI) yang kemudian diikuti umat Buddha yang datang dari berbagai daerah.
Baca juga: Ratusan Umat Buddha Ikuti Pindapata di Candi Mendut Jelang Waisak
Duta Nasional UNICEF Indonesia yaitu Ferry Salim menyatakan acara ini merupakan sarana belajar bagaimana budaya dapat membangkitkan rasa persamaan di tengah perbedaan dunia. Kegiatan ini dihadiri sepuluh duta besar negara sahabat serta para raja nusantara untuk bangun kesatuan yang mewakili aspirasi Indonesia di forum internasional.
“Menjaga budaya kemudian bisa membangkitkan rasa persamaan dan juga bagaimana menciptakan perdamaian. Jadi perhelatan ini ya memang betul-betul kesempatan yang baik menurut saya karena selalu hadir teman-teman dari berbagai macam kedutaan besar,” kata Duta Nasional UNICEF, Ferry Salim, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Minggu, 31 Mei 2026.




