Polsek Mulyorejo memastikan foto pocong yang mencuat di media sosial dan meresahkan warga merupakan informasi hoaks hasil rekayasa digital menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
AKP Desy Ratnasih Dewanti Kapolsek Mulyorejo mengatakan, polisi langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kemunculan sosok pocong yang disebut berada di lingkungan permukiman warga itu.
“Setelah ada laporan dari warga masyarakat, kemudian kami langsung mengecek ke RT dan RW setempat, langsung kami datangi,” katanya saat dikonfirmasi suarasurabaya.net pada, Minggu (31/5/2026).
Tangkapan layar foto pocong di Mulyorejo Surabaya hasil editan ChatGPT. Foto: tangkapan layarDari hasil penelusuran, polisi menemukan bahwa konten tersebut disebarkan oleh anak yang masih di bawah umur.
Kapolsek menjelaskan, anak tersebut menggunakan foto asli lingkungan sekitar tanpa adanya sosok pocong, kemudian meminta bantuan ChatGPT untuk menambahkan gambar pocong pada foto tersebut.
“Jadi anak ini meminta ChatGPT ‘tolong ditambahkan pocong’, seperti itu. Makanya hasilnya ada pocongnya, itu adalah hasil rekayasa dari ChatGPT,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa dalam pengecekannya, polisi juga telah mendatangi yang bersangkutan dan melihat percakapan penggunaan AI hingga hasil foto yang telah dimanipulasi.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun langsung menyebarkan konten viral yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat.
“Jadi, saya harapkan jangan ada lagi yang seperti ini,” pungkasnya.(ris/bil/iss)




