Jakarta, VIVA – Media sosial membuat setiap ucapan dan tindakan seseorang dapat tersimpan dalam waktu yang sangat lama. Bagi figur publik, jejak digital bahkan bisa kembali muncul bertahun-tahun kemudian dan menjadi bahan perbincangan publik. Namun, di tengah berbagai sorotan yang mengarah kepadanya, Erika Carlina justru mengambil sikap yang berbeda.
Ibu satu anak tersebut mengaku tidak ingin menyalahkan jejak digital yang pernah ia tinggalkan. Meski menyadari berbagai pernyataan atau konten lama dapat kembali diungkit, Erika memilih menerima konsekuensinya dan bertanggung jawab atas apa yang pernah ia katakan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Pengakuan tersebut disampaikan Erika Carlina saat berbincang bersama Denny Sumargo. Dalam percakapan itu, mereka membahas bagaimana candaan, konten hiburan, hingga obrolan santai di masa lalu ternyata bisa memiliki dampak besar ketika dilihat dari perspektif yang berbeda di kemudian hari.
Menurut Erika, saat membuat sebuah konten atau tampil dalam podcast, seseorang sering kali tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Banyak candaan yang awalnya dianggap biasa saja, ternyata dapat kembali menjadi sorotan ketika situasi hidup berubah.
Ia mencontohkan bagaimana berbagai pembahasan seputar kehidupan malam, pesta, hingga berbagai candaan yang pernah muncul dalam konten-kontennya kini kembali ramai diperbincangkan oleh publik.
Meski demikian, Erika menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mencari kambing hitam atau menyalahkan rekam jejak digital tersebut.
"Gua enggak mau menyalahkan jejak digital yang ada pada gue. Itu gue kan keluar dari mulut gue. Gua harus pertanggungjawabkan kata-kata itu," ujar Erika Carlina yang dikutip dari YouTube Denny Sumargo pada Minggu, 31 Mei 2026.
Pernyataan itu menunjukkan sikap yang cukup tegas. Alih-alih berusaha menghapus atau menyangkal masa lalunya, Erika memilih menerima bahwa semua ucapan yang pernah ia lontarkan merupakan bagian dari perjalanan hidupnya.
Baginya, setiap orang harus siap menghadapi konsekuensi dari apa yang pernah dilakukan atau diucapkan, terutama ketika semuanya sudah menjadi konsumsi publik.
Erika juga menyadari bahwa tidak semua orang akan memberikan penilaian positif terhadap dirinya. Namun, hal itu tidak lagi menjadi fokus utamanya saat ini.





