Budapest, VIVA – Rangkaian performa impresif tanpa kekalahan milik Arsenal di Liga Champions musim ini akhirnya resmi terhenti. Adalah raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), yang menjadi batu sandungan utama sekaligus menggagalkan mimpi The Gunners untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.
Melalui laga dramatis sepanjang 120 menit di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, PSG sukses mempertahankan takhta Eropa mereka setelah menang 4-3 lewat babak adu penalti. Drama tos-tosan ini menjadi yang pertama di final Liga Champions dalam satu dekade terakhir sejak Derby Madrid pada 2016 silam. Arsenal harus gigit jari setelah sepakan penentu dari bek mereka, Gabriel Magalhaes, melambung tinggi di atas mistar gawang.
Sebelumnya, Arsenal besutan Mikel Arteta sempat mengejutkan lewat gol cepat Kai Havertz di awal babak pertama. Namun, efektivitas serangan PSG membuahkan hasil di babak kedua setelah Ousmane Dembele menyamakan kedudukan 1-1 melalui titik putih.
Dominasi Mutlak Les Parisiens
Meski laga harus ditentukan hingga adu penalti, statistik resmi UEFA menunjukkan bahwa PSG nyaris mendominasi semua aspek permainan. Skuad asuhan Luis Enrique mendikte jalannya pertandingan dengan mencatatkan 65 persen penguasaan bola, berbanding terbalik dengan Martin Odegaard cs yang hanya kebagian 25 persen (sisanya contested ball).
- REUTERS/Angelika Warmuth
Superioritas taktik PSG terpapar jelas melalui data berikut:
Indikator StatistikParis Saint-Germain (PSG)Arsenal
Total Tembakan (Percobaan)218
Tembakan Tepat Sasaran (On Target)41
Tusukan ke Sepertiga Akhir Lapangan44 kali2 kali
Masuk ke Area Penalti Lawan13 kali6 kali
Skema 4-3-3 yang diterapkan Luis Enrique berjalan sangat dinamis. Trio lini tengah yang dihuni Joao Neves, Vitinha, dan Fabian Ruiz, disokong oleh duo bek sayap Nuno Mendes dan Achraf Hakimi, berhasil mematikan motor serangan sayap Arsenal, Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Di saat yang sama, poros permainan Arsenal yang dikomandoi Declan Rice dan Myles Lewis-Skelly dipaksa bermain terlalu dalam untuk menjaga lini belakang.
Walau digempur habis-habisan, lini pertahanan kokoh Arsenal yang digalang William Saliba, Gabriel Magalhaes, serta performa apik kiper David Raya sempat membuat frustrasi lini depan PSG, sebelum akhirnya takdir pertandingan bergeser ke babak adu penalti.





