PSIS Semarang Senasib Persib Bandung dan PSM Makassar, Disanksi FIFA hingga Terancam Krisis Pemain Musim 2026/2027

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SEMARANG – PSIS Semarang senasib Persib Bandung dan PSM Makassar. FIFA resmi menjatuhkan sanksi larangan mendaftarkan pemain baru kepada PSIS selama tiga periode bursa transfer, mulai 28 Mei 2026. Sanksi ini menjadi pukulan berat bagi Laskar Mahesa Jenar yang terancam kiris pemain menghadapi Liga 2 2026/2027.

Informasi sanksi tersebut tercantum dalam laman resmi FIFA Registrations Bans, di mana PSIS Semarang tercatat dua kali dalam daftar klub lokal yang terkena larangan transfer. Meski FIFA tidak secara gamblang mengungkapkan pelanggaran yang dilakukan, dugaan kuat mengarah pada masalah pembayaran gaji pemain dan staf serta sengketa transfer yang dilaporkan ke badan pengatur sepak bola dunia tersebut.

Ketua Umum Panser Biru, kelompok suporter PSIS, Kepareng, menegaskan bahwa klub telah menerima dua sampai tiga laporan terkait masalah ini.

“PSIS sudah dua laporan, kemungkinan tiga laporan,” katanya dalam unggahan Instagram-nya.

Sanksi tersebut berpotensi menghambat strategi pelatih Widodo C Putro yang tengah merancang nama-nama pemain baru untuk memperkuat tim. Keterbatasan dalam mendaftarkan pemain baru tentu akan mengganggu dinamika dan kekuatan PSIS dalam menghadapi kompetisi musim depan.

Lebih lanjut, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan manajemen dan pendukung klub, mengingat pentingnya pembaruan skuad untuk menjaga performa di tingkat nasional.

Klub Indonesia Lain Juga Terkena Sanksi Serupa

Kendati demikian, PSIS bukan satu-satunya klub Indonesia yang terkena sanksi dari FIFA. Beberapa klub lain seperti Persib Bandung, Semen Padang, PSBS , PSM Makassar, Kalteng Putra FC, PSCS Cilacap, dan Persiwa Wamena juga masuk dalam daftar yang sama. Hal ini menandakan bahwa masalah sistemik dalam pengelolaan administrasi dan keuangan klub sepak bola tanah air.

Situasi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh klub agar lebih tertib dalam memenuhi kewajiban administratif dan finansial untuk menghindari dampak buruk yang bisa mengganggu kelangsungan kompetisi dan pengembangan pemain di masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
• 21 jam lalumatamata.com
thumb
Prestasi dan Riwayat Karier Prihantini Alumnus LPDP Diduga Lakukan Riset Palsu, Jadi Independent Researcher
• 2 jam laludisway.id
thumb
Menteri PPPA Ajak Seluruh Partai Perkuat Kaderisasi Perempuan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Selat Hormuz Hanya Dilintasi Rata-Rata 6 Kapal per Hari sejak Perang Pecah
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Redmi Note 10 Bekas 2026, Masih Layak Dibeli?
• 9 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.