BEIRUT, KOMPAS.TV – Militer Israel mengumumkan telah merebut Kastel Beaufort, benteng bersejarah yang berdiri di puncak pegunungan Lebanon selatan, Minggu (31/5/2026).
Penguasaan lokasi strategis tersebut menjadi penetrasi terdalam pasukan Israel ke wilayah Lebanon dalam lebih dari 26 tahun dan menandai salah satu keberhasilan terbesar mereka dalam perang terbaru melawan kelompok Hezbollah.
Kastel Beaufort yang terletak di dekat Kota Nabatiyeh direbut setelah beberapa hari pertempuran sengit dan serangan udara di desa-desa sekitar.
Baca Juga: PM Lebanon Kecam Serangan Israel, Tegaskan Gencatan Senjata Jadi Prioritas
Pasukan Israel dilaporkan terlibat bentrokan langsung dengan pejuang Hezbollah di kawasan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.
Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengunggah foto yang memperlihatkan pasukan Israel berada di sekitar benteng tersebut.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa bendera Israel telah dikibarkan di atas Kastel Beaufort.
Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut operasi militer di kawasan Beaufort Ridge dan Lembah Suluki dilancarkan untuk menghancurkan infrastruktur Hezbollah dan menghilangkan ancaman langsung terhadap warga sipil Israel.
“Militer siap memperluas operasi jika diperlukan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan pihak militer Israel dikutip dari Associated Press.
Kastel Beaufort memiliki nilai simbolis sekaligus strategis dalam sejarah konflik Israel-Lebanon.
Benteng peninggalan era Perang Salib itu pernah direbut Israel saat invasi Lebanon pada 1982 dan dipertahankan hingga penarikan pasukan dari Lebanon selatan pada tahun 2000.
Operasi Meluas hingga Menyeberangi Sungai LitaniDalam beberapa hari terakhir, Israel memperluas cakupan operasi militernya di Lebanon selatan.
Baca Juga: Detik-Detik Israel Serang Rumah di Lebanon Selatan, Dilaporkan Ada Korban Luka | KOMPAS SIANG
Pasukan darat dilaporkan telah menyeberangi Sungai Litani, yang selama bertahun-tahun menjadi batas tidak resmi operasi militer Israel di wilayah tersebut.
Militer Israel juga menetapkan kawasan antara Sungai Litani dan Sungai Zahrani sebagai zona tempur.
Warga sipil di sejumlah wilayah diminta meninggalkan rumah mereka seiring meningkatnya intensitas serangan.
Selain warga Nabatiyeh, Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi bagi penduduk Kota Tyre dan daerah sekitarnya.
Tyre merupakan kota terbesar keempat di Lebanon dan salah satu pusat aktivitas ekonomi di kawasan pesisir selatan negara tersebut.
Pasukan Israel kini dilaporkan berada sekitar lima kilometer dari pusat Kota Nabatiyeh.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Associated Press
- Israel
- Lebanon
- Hezbollah
- Kastel Beaufort
- Beaufort Castle
- Israel rebut Beaufort





