Israel Rebut Kastel Beaufort di Lebanon, Invasi Terdalam Sejak 26 Tahun

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Seorang relawan paramedis membawa jenazah, salah satu dari enam anggota keluarga yang tewas pada hari Rabu ketika mobil mereka terkena serangan udara Israel di jalan raya saat mereka melarikan diri dari desa mereka, selama prosesi pemakaman di kota pelabuhan selatan Tyre, Lebanon, Jumat, 29 Mei 2026. (Sumber: AP Photo/Mohammed Zaatari)

BEIRUT, KOMPAS.TV – Militer Israel mengumumkan telah merebut Kastel Beaufort, benteng bersejarah yang berdiri di puncak pegunungan Lebanon selatan, Minggu (31/5/2026).

Penguasaan lokasi strategis tersebut menjadi penetrasi terdalam pasukan Israel ke wilayah Lebanon dalam lebih dari 26 tahun dan menandai salah satu keberhasilan terbesar mereka dalam perang terbaru melawan kelompok Hezbollah.

Kastel Beaufort yang terletak di dekat Kota Nabatiyeh direbut setelah beberapa hari pertempuran sengit dan serangan udara di desa-desa sekitar. 

Baca Juga: PM Lebanon Kecam Serangan Israel, Tegaskan Gencatan Senjata Jadi Prioritas

Pasukan Israel dilaporkan terlibat bentrokan langsung dengan pejuang Hezbollah di kawasan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.

Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengunggah foto yang memperlihatkan pasukan Israel berada di sekitar benteng tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa bendera Israel telah dikibarkan di atas Kastel Beaufort.

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut operasi militer di kawasan Beaufort Ridge dan Lembah Suluki dilancarkan untuk menghancurkan infrastruktur Hezbollah dan menghilangkan ancaman langsung terhadap warga sipil Israel.

“Militer siap memperluas operasi jika diperlukan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan pihak militer Israel dikutip dari Associated Press.

Kastel Beaufort memiliki nilai simbolis sekaligus strategis dalam sejarah konflik Israel-Lebanon. 

Benteng peninggalan era Perang Salib itu pernah direbut Israel saat invasi Lebanon pada 1982 dan dipertahankan hingga penarikan pasukan dari Lebanon selatan pada tahun 2000.

Operasi Meluas hingga Menyeberangi Sungai Litani

Dalam beberapa hari terakhir, Israel memperluas cakupan operasi militernya di Lebanon selatan. 

Baca Juga: Detik-Detik Israel Serang Rumah di Lebanon Selatan, Dilaporkan Ada Korban Luka | KOMPAS SIANG

Pasukan darat dilaporkan telah menyeberangi Sungai Litani, yang selama bertahun-tahun menjadi batas tidak resmi operasi militer Israel di wilayah tersebut.

Militer Israel juga menetapkan kawasan antara Sungai Litani dan Sungai Zahrani sebagai zona tempur. 

Warga sipil di sejumlah wilayah diminta meninggalkan rumah mereka seiring meningkatnya intensitas serangan.

Selain warga Nabatiyeh, Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi bagi penduduk Kota Tyre dan daerah sekitarnya. 

Tyre merupakan kota terbesar keempat di Lebanon dan salah satu pusat aktivitas ekonomi di kawasan pesisir selatan negara tersebut.

Pasukan Israel kini dilaporkan berada sekitar lima kilometer dari pusat Kota Nabatiyeh. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Associated Press

Tag
  • Israel
  • Lebanon
  • Hezbollah
  • Kastel Beaufort
  • Beaufort Castle
  • Israel rebut Beaufort
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Benarkah Prabowo akan Lawatan ke Austria dan Hungaria Usai dari Paris? Qodari Buka Suara
• 4 jam laludisway.id
thumb
Terbang ke Papua, Dedi Mulyadi Soroti Pembangunan Wilayah Setempat, Minta Tak Korbankan Alam dan Budaya!
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Waspada! Perang AS-Iran Bisa Lanjut, Anak Buah Trump Kirim Kode Ini
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dua Pengedar Obat Keras Ilegal di Cikarang Ditangkap
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.