PT DSI Jadi BUMN Khusus Ekspor, Anggota DPR Singgung China-Arab Sudah Punya Perusahaan Negara Duluan

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR Nurdin Halid menyampaikan, kehadiran negara dalam pengelolaan komoditas strategis bukan hal baru di dunia.

Hal tersebut Nurdin sampaikan dalam menyikapi Indonesia yang kini resmi membentuk BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

“Pelajarannya jelas, banyak negara tidak menyerahkan sepenuhnya komoditas strategis kepada mekanisme pasar bebas. Mereka membangun instrumen negara untuk memperkuat posisi tawar nasional," ujar Nurdin dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Nurdin memaparkan, Norwegia menggunakan perusahaan negara dan tata kelola fiskal yang kuat untuk memastikan kekayaan minyak dan gas menjadi sumber kesejahteraan jangka panjang melalui sovereign wealth fund.

Baca juga: PT DSI Dinilai Tak Sekedar Monopoli Ekspor SDA Indonesia

Kemudian, Arab Saudi menjadikan Aramco sebagai instrumen strategis dalam mengelola produksi, ekspor, dan nilai tambah minyak nasional.

Lalu, Chile memiliki Codelco berperan penting dalam pengelolaan tembaga dan penerimaan negara.

Sedangkan China memiliki perusahaan dagang negara seperti COFCO untuk mengamankan rantai pasok pangan dan komoditas strategis.

Namun, Nurdin mengingatkan Indonesia tidak perlu meniru mentah-mentah model dari negara lain.

Nilai yang perlu diambil adalah negara hadir secara kuat, tetapi perusahaan tetap profesional dan mampu bekerja sama dengan pasar. 

Maka dari itu, Nurdin mendukung langkah pemerintah membentuk BUMN khusus yang berperan dalam pengelolaan ekspor komoditas strategis.

Baca juga: Atasi Kebocoran Data, Mahfud MD Dorong PT DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor

Menurutnya, BUMN khusus ekspor adalah jalan baru kedaulatan ekonomi dan strategi penguatan hilirisasi dan industrialisasi berbasis SDA, untuk meningkatkan penerimaan negara dengan mencegah kebocoran nilai ekspor komoditas strategis, serta mengamankan devisa negara.

“Dan, semua itu wujud dari kedaulatan ekonomi demi kekayaan SDA untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” paparnya.

PT DSI untuk awasi ekspor dan amankan devisa

Nurdin kemudian mengungkit pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sempat menyatakan akan membentuk BUMN khusus untuk menangani ekspor sejumlah komoditas strategis.

BUMN tersebut dibentuk untuk mengatasi praktik under invoicing yang diduga telah merugikan negara Rp 15.400 triliun selama 34 tahun.

Baca juga: Prabowo Minta Bahasa Perancis Jadi Pelajaran, Anggota DPR Pertanyakan Ketersediaan Guru

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Nantinya, peran utama PT DSI adalah untuk memperkuat pengawasan ekspor, memperbaiki validitas data perdagangan, serta menekan praktik trade mis-invoicing, yaitu perbedaan data ekspor Indonesia dan data impor negara terkait.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dipuji Makin Cantik, Begini Respons Aurel Hermansyah Ketika Ditanya Soal Lepas Filler Bibir
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Pemprov Jatim Buka 500 Undangan Gratis Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Grahadi
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Lapas Terima Kiriman Sabu Berbungkus Alat Kontrasepsi, Polres Lakukan Penyelidikan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Stok Beras RI Tembus 28 Juta Ton, Wamentan Sudaryono Kebut Tanam 750 Hektar Padi di Lamongan Hadapi El Nino
• 11 jam laluterkini.id
thumb
Rangkaian di Mina Selesai, Jamaah Haji Indonesia Lakukan Tawaf Ifadhah
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.